Posts from the ‘Sastra’ Category

Sajak Rintih

Sajak Arika Khoiriya

Setiap orang berhak bahagia,

Sekalipun duri sedang senang menusuk nalurinya

Setiap orang berhak bahagia,

Sekalipun angin kencang menyeruak runtuh raganya

Setiap orang berhak bahagia,

Sekalipun rona rembulan enggan menampakkan sinar kepadanya

Setiap orang berhak bahagia,

Sekalipun bumi sudah tidak ingin lagi melihat langitnya

Dan setiap orang juga berhak bahagia,

Sekalipun mimpinya selalu ditekan dengan omong kosong dunia

Larut dalam tangis, 17-01-’18

Advertisements

Cerita Senja

CerpenMungkin aku memang tak akan pernah mengerti, untuk kedua kalinya dalam persiapan perjalanan pulang aku melihatnya terdiam seorang diri di atas ayunan bangunan historic yang luas itu. Mengayunkan kakinya secara perlahan, seirama dengan kondisi jiwanya. Dengan ke-sok tahuan-ku, sepertinya ia seorang pemburu panorama, terlihat jelas jenis benda apa yang sedang ia bawa. 

Mungkin juga aku tak ingin peduli, sungguh aku tak ingin peduli. Tetapi dengan gaya jiwa dan emosi yang seperti itu sungguh menarik perhatianku. Ada teka-teki yang memang tak akan pernah kumengerti, sendu senja yang menggelitikkan hati. Aku sudah mencoba untuk tidak peduli, aku memilih mengincar pemandangan bangunan yang akan kupotret berkali-kali.

Terdiam menikmati, dan terlihat jelas para pengunjung bersiap untuk kembali sembari mangabadikan senja yang terlihat berbeda kala itu. Tidak usah heran, itulah yang mereka kerjakan, itu kesenangan, itu hobi, mereka tak peduli. Aku tersenyum, kapan lagi bisa bertemu senja seindah ini? Sungguh itu tempat yang menjanjikan.

Sedikit demi sedikit tempat itu mencapai titik kekosongan. Temanku menarik lenganku sambil berlari, memperingatkanku untuk segera turun dari bangunan historic itu. Memang, mendekat adalah sesuatu yang tidak mungkin kulakukan dan menjauh adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. Dalam detik menuruni tangga, pikiranku hanya terlintas dengan satu tanya. Siapa namamu?

Semarang, 06/06/2017

PELARIAN

Aku dikenalkan pada sebuah tempat

Penggeliat segala rasa,

Rindu, lelah, bahagia

Tentang mimpi-mimpi dan kesibukan omong kosong

Tak peduli tugas apapun yang sedang menggeliat dikepalaku,

Yang jelas aku butuh tempat itu.

Tak peduli sudah seberapa kali aku datang, 

Aku tak akan pernah merasa bosan. 

Tak peduli mengapa aku selalu memilihnya,

Aku tak akan lupa setiap kenangan didalamnya

Tak peduli seberapa hafal aku dengan bangunan-bangunannya, 

Aku tak akan berhenti memotretnya

Itu kesenangan, 

Itu hobi,

Aku tak peduli. 

​MELANKOLIA ALAM SEMESTA

Sastra (puisi)

Bumi menangis,

Dengan rasa yang enggan beranjak

Bumi bergetar,

Dengan rasa yang enggan memihak


Dan Langit, 

Dengan lihai tak pernah memaksa angin untuk bicara

Lalu udara,

Dengan lihai tak pernah memaksa bumi untuk bertanya


Dan mentari datang lebih awal

Memaksa bumi untuk melihatnya

Bumi masih menangis 

Dimana kabar itu?


Tapi mentari enggan bicara 

Dan awan enggan menjawab

Langit masih ingin bijak

Tapi bumi mulai beranjak


Udara pun ikut mencoba menjawab

Dari mentari, langit akhirnya bicara 

Hingga akhirnya angin datang 

Bumi tersenyum

travelingpersecond

Learning Cultures by Traveling

Faiz' Journey

Mushonnifun Faiz Sugihartanto's Journey

Antasari Malau

Your superpower is within you!

MUHAMMAD ULIL ALBAB

BUKAN PENULIS, HANYA MENULIS.

Andrihertz

Real Life

Consider Faith: A Blog on Christian Social Justice

A blog on Social Justice from the Christian Perspective

MataKita

Memandang realita tanpa mengubah fakta

annahabibunnisa

@little_fairy

Juman Bin Wastono

Catatan harian seorang ayah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

AEP

mengambil pelajaran di setiap persinggahan

Empowered

Everyday

Caramel Macchiato

About Coffee, Sugar, and Chocolate in A Cup of My Life ☕

miranda suruan

there's no fears