Posts from the ‘Kuliah/Kampus’ Category

TOEFL WORKSHOP AND SIMULATION “Be Bold for the Goal”

All The Committee of TOEFL Workshop and Simulation

Yeah, tepat pada tanggal 20-21 Mei 2017 kemarin akhirnya acara TOEFL ini kelar juga. Ini adalah acara dari organisasi yang saya ikuti yakni “Walisongo English Club”. TOEFL Workshop and Simulation ini cocok sekali untuk bekal anak semester 4 yang ingin mengambil TOEFL semester depan dikampus saya, untuk pengejaran skor kelulusan TOEFL, tetapi itupun tergantung orangnya juga lah iya, sering berlatih mengerjakan soal TOEFL it’s very owkey. Yap.. acara ini sukses bertemakan “Be Bold For The Goal”, nge-bold sekali pokoknya.

Jadi, acara ini itu ada dua sesi gitu, yang hari pertama tepatnya pada hari Sabtu tanggal 20 Mei yakni diisi dengan workshop terlebih dahulu untuk memberikan pembelajaran atau bekal buat para peserta oleh narasumber Rif’atun Hasanah, S.Pd (Awardee of Arizona University Scholarship), seorang alumni dari kampus saya sendiri, juga jebolan dari Walisongo English Club yang sudah berkesempatan mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. 

Banyak sekali materi-materi dan tips-tips berbobot yang disuguhkan oleh narasumber. Disela-sela acara juga tidak lupa memberikan “Ice Breaking” biar peserta nggak pada gabuuut, bosen, ngantuk lunglai gemulaaaiii, karena dipenuhi dengan materi terus.. jadi, ada suguhan Stand Up Comedy, biar fresshh.

Dan pada hari kedua, hari Minggu 21 Mei ini adalah acara intinya yakni simulasi TOEFL, dimana peserta harus menyiapkan kupingnya untuk sesi listening dan konsentrasi bola mata untuk sesi reading-nya. Oiya, sebenarnya acara ini khusus hanya untuk anak UIN Walisongo, tapi kemarin itu very special banget karena ada peserta yang datang dari Gresik lho, mereka bela-belain ingin ikut, jauh-jauh ke Semarang untuk mengikuti acara TOEFL ini, salut.

Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Sampai-sampai ketua panitianya aja nangis lho, hahaha.. Yeah begitulah, saya belajar banyak hal dari organisasi ini, semua ini, semua itu. Semoga bermanfaat. “It’s Simple and Understand”. Mereka luar biasa. Semoga momen-momen seperti ini tidak pernah pecah. Always keep on team, salam Be Bold For The Goal.

Opini Kasus Penanaman Ganja Oleh Fidelis dan Keterkaitan dengan Teori Sosiologi Hukum Klasik Oleh Max Weber

Pada pertengahan bulan Februari kemarin, terdapat kasus oleh Pegawai Negeri Sipil dari Sanggau, Kalimantan Barat, yakni Fidelis Arie Sudarwoto yang ditangkap oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) karena terbukti menanam 39 batang ganja di halaman rumahnya. 

Baca juga : Pro Kontra Legalisasi Ganja Terkait Kasus Fidelis Arie Sudarwoto

Berdasarkan keterangan yang saya dapatkan dari media Metro tv, Fidelis terpaksa menanam ganja dirumahnya dengan alasan untuk pengobatan istrinya yang mengidap penyakit Syringomyelia (kista sumsum tulang belakang). Fidelis mengatakan jika istrinya memang mengalami perkembangan positif selama mengkonsumsi ganja tersebut. Tetapi setelah 32 hari Fidelis ditahan, istrinyapun meninggal karena tidak mendapatkan perawatan secara khusus dari Fidelis. Dari pihak keluarga Fidelispun tidak mengerti bagaimana cara merawat istrinya itu karena Fidelis merawat istrinya dengan cara-cara dan ruangan yang khusus. Untuk mengatur suhu kamarnyapun dengan pengaturan yang khusus dan tidak boleh salah. Dan Fidelis juga meracik sendiri ganja yang digunakan obat tersebut secara khusus.

Dari kasus inipun timbullah berbagai pro kontra legalisasi ganja untuk medis. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris ganja dilegalkan untuk kepentingan medis, tapi itupun tetap dengan penjagaan atau pengawasan yang ketat. Di Indonesia sendiri, dari Menteri Kesehatan enggan untuk melakukan penelitian terhadap ganja karena itu pasti akan menghabiskan banyak biaya. Dan jika kita menengok kembali UU Narkotika itupun akan menjadi sulit jika ganja bisa dilegalkan, sebaiknya untuk hal-hal lain saja.

Satu hal lagi yang membuat saya penasaran adalah dengan adanya komunitas LGN (Lingkar Ganja Nusantara). Mereka punya data-data lengkap tentang ganja dan mengapa negara-negara tersebut punya hak untuk meneliti ganja. Mereka juga melakukan pergerakan atau kegiatan positif yang berkaitan dengan ganja. Mereka juga berharap dan mendukung jika ganja bisa dilegalkan untuk hal medis. Tapi walaupun begitu, saya juga belum begitu mengetahui secara spesifik tentang komunitas LGN ini.

Lalu apa hubungannya kasus ini dengan teori sosiologi hukum klasik dari Max Weber? Baik, disini saya akan mengkaitkan kasus ini dengan pernyataan Max Weber yang mengatakan bahwa ada 2 cara untuk mendapatkan keadilan. Yang pertama, dengan berpegang teguh pada aturan hukum, dengan dasar yang benar adalah menyesuaikan diri dengan logika sistem hukum yang bersangkutan. Yang kedua, dengan cara memperhatikan keadaan maksud para pihak dan syarat hukum lainnya. Maka, seorang hakim dapat mengambil keputusan atas dasar aturan-aturan hukum belaka atau setelah dia mendapatkan keyakinan dalam dirinya tentang apa yang sebaiknya diputuskan.

Jadi menurut saya, begitulah hukum Indonesia. Hukum Indonesia akan selalu melihat ke depan dan tidak akan pernah menoleh kebelakang, maksud saya disini adalah hukum di Indonesia itu akan selalu berpegang pada aturan hukum dan rasionalitas Undang-Undang, ini seperti salah satu pernyataan dari Max Weber untuk mendapatkan keadilan yang saya sebutkan diatas. Dan menurut saya, hukum Indonesia itu juga terlihat kaku dan tidak akan pernah bersifat humanis walau sudah ada bukti-bukti dan alasan yang tergolong positif, apapun itu. 

Ganja akan selalu ditolak dengan alasan tetap mengikuti aturan hukum yang ada. Walau bagaimanapun juga Undang-Undang adalah rajanya, Fidelis bisa saja punya alasan menggunakan ganja untuk medis, tapi tetap saja, pada intinya dia menggunakan ganja tersebut dan itu tetap melanggar Undang-Undang. Contoh lain saja kasus pencurian kayu dan sebatang coklat. Apakah mereka diberi keringanan hanya untuk hal-hal sepele seperti itu? Tentu saja tidak, mereka tetap disidang. Seorang hakim pasti tetap teguh pada aturan dan rasionalitas Undang-Undang bukan? Tidak ada kata-kata humanis untuk menjalankan hukum. Tidak ada.

Ini cuma opini saya iya readers, jika punya tanggapan silahkan bagikan di komentar.

Pengadilan Niaga Sebagai Lembaga Penyelesaian Perkara Kepailitan dan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual)

Heyya Fellas!! Ini adalah bahan materi presentasi gue nanti sore, makul Sistem Peradilan di Indonesia. Mari kita simak bersama-sama.. renungkan.. rasakan.. resapi.. hmm.. (well, gue tahu ini absurd)

Yap, Pengadilan Niaga adalah pengadilan khusus yang dibentuk dilingkungan peradilan umum yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memberi putusan terhadap perkara kepailitan dan Penundaan Kewajiban dan Pembayaran Utang (PKPU).

Lalu apa sih itu maksudnya kepailitan? Kepailitan adalah keadaan atau kondisi debitur/seseorang/badan hukum yang tidak mampu lagi membayar utangnya, yang seharusnya bisa ditagih pada waktu tertentu oleh kreditur. Bisa dikatakan perusahaan yang bangkrut.

Terus, Apa itu debitur? Apa itu kreditur?

Oke, debitur adalah pihak yang berhutang ke pihak lain (kreditur), menerima sesuatu dari kreditur  yang dijanjikan debitur untuk dibayar pada masa yang telah ditentukan. Pinjaman juga perlu jaminan dari pihak debitur. Intinya yaa, debitur itu yang ngutang, udah gitu aja.

Sedangkan kreditur itu adalah pihak (bisa perorangan, organisasi, perusahaan, maupun pemerintah) yang memiliki tagihan kepada pihak lain atas kontrak perjanjian. Intinya, kreditur itu yang ngasih utang (Sang Pemberi Pinjaman).

Oiya, pada awalnya Pengadilan Niaga ini emang hanya mengadili perkara kepailitan. Tapi, pada tahun 2001 Pengadilan Niaga ini lebih diperluas lagi, yakni berwenang untuk menangani sengketa-sengketa komersial seperti sengketa di bidang HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), seperti Hak Cipta, Merek, Desain Industri, Rahasia Dagang, dll.

Nah, Pengadilan Niaga di Indonesia yang pertama kali dibentuk adalah Pengadilan Niaga di Jakarta Pusat, di Indonesia ada 5 Pengadilan Niaga, yang lainnya ada di Surabaya, Medan, Makassar dan Semarang yang meliputi Provinsi wilayah Jateng dan DIY.

Pembentukan peradilan khusus ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kepailitan secara cepat dan efektif. Dan untuk proses persidangan Pengadilan Niaga ini juga dilakukan secara singkat dan tetap melalui proses jawab menjawab dalam bentuk replik dan duplik seperti pemeriksaan perkara dalam perdata. Pengadilan Niaga juga harus segera mengabulkan permohonan pailit apabila syarat terpenuhi. Syarat-syaratnya apa aja itu?

Saya akan jelaskan menurut Pasal 2 UU Nomor 37 Tahun 2004, syarat-syaratnya sebagai berikut.

  1. Debitur punya 2/lebih kreditor dan tidak membayar lunas, padahal sudah jatuh tempo (intinya gitu) dan itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga. Permohonan pernyataan pailit bisa dari pihak kreditur atau debitur itu sendiri.
  2. Selain itu, permohonan pernyataan pailit itu juga bisa diajukan oleh kejaksaan untuk kepentingan umum.
  3. Lalu, jika debiturnya itu bentuknya Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal.
  4. Dan jika debiturnya itu bentuknya seperti Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun atau BUMN, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan.

Jadi guys.. PESAN MORAL gue dari materi ini adalah JANGAN SUKA NGUTANG! hahahahahaa. Iya masa nanti pas presentasi gue bilang gitu, anak hukum tapi kok absurd banget kwkwk.

Well, sekian dulu dari saya untuk postingan kali ini, semoga hari-hari anda semua lancar dan menyenangkan, amin.. Wassalam. *wushhhhhh..*

ICE BREAKING PADA SAAT PRESENTASI

Hai..haiii.. Dear all members of WordPress site, kali ini gue mou nge share tentang Ice Breaking lho. Karena kemarin gue sempet dibuat penasaran sama temen gue. Pasalnya, ketika temen gue itu mau maju presentasi, dia punya ide untuk nyuguhin Ice Breaking dalam presentasinya biar nggak kruik-kruik gitu katanya, dan bisa ngidupin suasana. Dan katanya siiih, Ice Breaking itu bisa melatih otak kanan kita.

So, apa siiih itu Ice Breaking?? Udah pada tahu belum?? Hayoo.. Es pecah atau gimana sih?? Sejenis minuman kah?? Wkwk parah deh paraaah.. salah semua booyy. 

Well.. intinya itu, Ice Breaking adalah semacam games atau permainan yang diciptakan untuk memecahkan suasana canggung dan penghilang rasa bosan dalam sebuah kegiatan yang tengah berlangsung. Mungkin karena itulah Ice Breaking diciptakan. Sebenarnya selama ini mungkin kita itu udah tahu praktik Ice Breaking, tapi mungkin baru tahu istilahnya sekarang kali iya. Biasanya sih yang kek gini tuh gue temuin pada seorang Public Speaker dan kata temen gue di kegiatan Pramuka juga ada Ice Breaking nya, tapi bodoamat lah gue nggak tahu, orang dulu kalo ada kegiatan pramuka gue bolos mulu, wkwk *adegan jangan di tiru*

Nah, kalo penasaran contoh-contoh permainan Ice Breaking itu kek gimana klik aja disini Games Ice Breaker

And then, pas temen gue cerita mau menyuguhkan Ice Breaking pada saat presentasi di salah satu mata kuliahnya itu akhirnya berhasil dan berlangsung seru! Dan tentunya nggak kruik-kruik. Hahaha.. sebuah ide yang cemerlang dari temen gue, karena selama ini di kelas gue, maupun di kelas-kelas jurusan lain di fakultas gue mungkin nggak ada yang kek gitu pada saat presentasi. Apa lain kali gue ngikutin trik ini aja kali iya biar temen-temen gue pada nggak ngantuk, tapi nanti takutnya dimarahin dosen karena waktunya nggak cukup, wkwk.

VIKTIMOLOGI

Viktimologi

Dosen viktimologi gue, gambar bisa saja mengandung hak cipta jahahah

Holahoooopp.. ini adalah salah satu mata kuliah yang menarik perhatian gue. Hmmmm apa itu viktimologi???? Hmm apa iyaaa… apa hayoooo… 

Well, viktimologi terdiri dari 2 kata, yakni “viktima” (bahasa latin) yang artinya korban dan “logos” yang artinya ilmu. Hmm udah tau maksudnya lah iya.

Dari Dictionary of Crime mengartikan viktim sebagai orang yang mendapatkan penderitaan fisik, penderitaan mental, penderitaan harta atau bahkan kematian atas perbuatan yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana.

Lalu menurut A. Mustofa (siapa ini? Gatau, pokoknya gue ndengernya gitu tadi dari dosen 😛), viktimologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kedudukan dan peran korban kejahatan. Ilmu ini sangat perlu kita pelajari karena bla bla bla ble ble ble gitu deh tadi, jahahahah bodoamat.

Sedangkan menurut Bu Brillian (dosen gue sendiri). Viktimologi diartikan dalam 2 segi, yaitu luas dan sempit. Maksudnya yang luas dan sempit itu gimana iyaaa??? *Garuk-garuk pantat* Well.. viktimologi dalam arti luas maksudnya itu korban antara publik dan perusahaan atau juga bisa dengan pemerintah. Misalnyaa.. korban penggusuran, korban korupsi (kita? Haha), korban pencemaran lingkungan, korban perasaan? (lho? O.O) dan lain sebagainya.

Terus yang viktimologi dalam arti sempit itu gimana maksudnya vrooooh?? *Baca buku dong!!* Hmmm ini maksudnya korban kejahatan dalam hubungan personal, Misalnyaa.. korban pembunuhan, pencopetan dll.

Kata kunci : 

1. Luas      = Publik-Pemerintah    

2. Sempit = Personal-Personal

ISTILAH-ISTILAH VIKTIMOLOGI.

  • Pengalaman viktimisasi, yaitu pengalaman jadi korban kejahatan.
  • Viktimisasi, yaitu faktor yang mempengaruhi pengalaman viktimisasi.
  • Viktimisasi berganda, yaitu sebuah pengulangan atau peningkatan viktimisasi. Contohnya : dipalakin preman terus dipasar, jiahahah.
  • Viktimisasi berkelanjutan, mmm.. langsung contohnya aja iya, haha. misalnya pencemaran lingkungan, yang rumahnya deket pabrik semen misalnya atau pabrik apalah-apalah itu kan bisa setiap hari (berkelanjutan) kena dampaknya. Kasian banget iya. Jiah..

So.. kalo anda-anda sendiri, apa pernah punya pengalaman viktimisasi?? Atau pernah melihat pengalaman viktimisasi dilingkungan sekitar anda?? Misalnya korban copet, korban pembunuhan, korban penculikan, korban pencemaran lingkungan, korban tilang??!!! *Hahahahah


Catatan Awal Semester Empat 

Well, welcome semester 4 and welcome asrama baru..!! yipi.. yipi.. gue sekarang jadi anak santri.. (Hahahaha) baca juga : PINDAH

Tapi kalo boleh jujur, walaupun sekarang gue emang resmi mondok, tapi gue nggak suka di bilang santri, NGGAK SUKA. Entah, gue nggak bisa menjelaskan alasannya, gue lebih suka yang biasa saja, tanpa embel-embel.

Well, ternyata pilihan gue untuk mondok ini tepat banget, gue beeeeetah banget, nggak seperti pas ngekos dulu, nggak ada kegiatan justru membuatku awkward banget. Di sini dapat teman-teman baru, orang-orangnya juga enjoy, gue sendiri dapet temen sekamar yang otaknya juga sama gesreknya sama gue, tapi gue lebih sering ngebully dia, hahahaha.

Kuliah gue sendiri sebenarnya udah aktif dari tanggal 1 Maret kemarin. So, untuk saat ini gue lebih fokus kegiatan luar kuliah aja deh, alhasil suka bolos (hahaha). Nggak apa-apa lah, kan Minggu pertama awal semester baru biasanya masih perkenalan kan 😛😛😛hahaha.

Oiya, cerita sedikit tentang acara kemarin di kampus gue, sebuah kegiatan dari organisasi YOUth4Dev

YOUth4Dev

YOUth4Dev Academy Roadshow Semarang

YOUth4Dev is a youth movement platform to raise the awareness of Sustainable Development Goals (SDGs) and to develop youth’s skills. YOUth4Dev Indonesia is organized by YSEALI (U.S.) YOUth4Dev Academy program is aiming to equip Indonesia’s potential young leaders with the knowledge and capacity. Baca lebih lengkap klik disini youth4dev.i

Read more…

ncep's gallery

“Semoga kau mengerti aku lewat caraku memandang dunia. Jadilah mataku saat ini." -Hardiansyah Seftian

A R T I K E L 📌 M A R L Y

A collection of articles that are interesting to read, provide motivation and encouragement for you.

Kunudhani

kumpulan kisah datar anak manusia dan lingkungan disekitarnya.

SHARING IS CARING

" Adult life maybe less dramatic, but fireworks do not keep you warm..."

Hastagdije

Aku tumpahkan kata, Aku buang rasa, Aku peluk segala

Jejakandi

Ketika kembali membaca jejak yang pernah kau tinggalkan, kau merasa ada sesuatu yang telah berubah.

Indonesia

Atribut kontemporer

Pemimpi

Pembicara sebelum tidur

Arika Khoiriya

Catatan Mahasiswi Semester Empat

DiPtra

Hidup Minimalis . Minimalism . a journal

Bima Sakti Notes

Sharing knowledge and information

Lina Karlina

Jadilah diri sendiri yang lebih baik

It's me, Dang Feby

Mencoba berbagi, mencari dan mengeksplorasi

Catatan Kangsole

Tentang semua yang terlintas dan kenangan

The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Galeri Puisi

selamat bertandang puan dan tuan, Selamat mengeja!

Kedai Pustaka

Berbagi Informasi Bebas Berguna

sikola cappa' kampong

kalau mereka tidak bisa kenapa kami tidak bisa, kalau mereka bisa kami harus bisa

Muhamad Nasir

Yakin Usaha Sampai..

Bang Ical

bukan siapa-siapa.