Resensi buku teori keadilan karya john rawlsJohn Rawls adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat yang menekan pada pemikiran filsafat politik, karyanya terkenal pada abad ke-20. Rawls juga sering mengkritik persoalan pada bidang sosial dan ekonomi berdasarkan isi pokok pada karyanya yang berjudul “A Theory Of Justice“. Menurutnya, prinsip paling mendasar dari keadilan adalah bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dari keadaan atau posisi mereka. Maka dari itu, keadilan dapat tercapai apabila struktur konstitusi politik, ekonomi dan hak milik haruslah mempunyai pengakuan yang sama bagi semua orang dan tidak perlu adanya kesenjangan, apalagi hanya karena perbedaan gaya hidup.

Akan tetapi, sejujurnya ketika saya membaca salah satu karya dari Rawls ini sulit untuk dipahami, bahasanya tidak sederhana. Entah itu karena faktor dari terjemahan atau memang pemikiran dari Rawls sendiri dan saya harus membaca berulang-ulang kali untuk memahami isi tulisan Rawls dalam buku “A Theory Of Justice” tersebut. Padahal ketika saya membaca buku terjemahan lainnya seperti; “How the World Works” karya dari Noam Chomsky, bahasanya menggunakan kualitas EYD yang runtut, sederhana dan mudah untuk dipahami. 

Tapi disini saya ingin menuliskan beberapa point-point yang bisa saya tangkap dari pemikiran Rawls;

  1. Kebebasan dalam berpendapat terkait kesetaraan dalam hal berdemokrasi dan keadilan politik.
  2. Kebebasan dalam berkeyakinan; dalam hal ini menjunjung tinggi nilai toleransi.
  3. Kesetaraan dalam hal keadaan kesejahteraan sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat, itu adalah hak bagi semua orang.
  4. Penderitaan akan muncul ketika terjadi ketidaksetaraan dalam bidang politik, kewarganegaraan dan juga jika terjadi diskriminasi kultural dan etnis.
  5. Kepribadian moral dicirikan oleh dua kemampuan ; satu, untuk mengkonsepsi kebaikan, dan kedua adalah untuk rasa keadilan.
  6. Utilitarianisme hedonistik adalah contoh klasik pemaksimalan tujuan hidup untuk kesenangan dan menggambarkan kesederhanaan yang memaksa.

Pemikiran Rawls dalam buku ini mempunyai nilai filsafat politik dan moral yang kuat. Konsepnya terkenal dengan sebutan justice as fairness; keadilan sebagai sebuah kejujuran. Dimana masyarakat pada dasarnya menginginkan bersatu, tetapi disisi lain masing-masing dari mereka merasa memiliki posisi atau keadaan dan hak-hak yang berbeda. 

Advertisements