Posted in Cerita, Hukum

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Negeri Demak

PPL pengadilan negeri Demak

Demak, 29 Januari 2018 – Adalah hari pertama saya dan 19 orang teman lainnya menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Negeri Demak. Waktu itu sebelum melakukan kegiatan di Pengadilan, kami mengikuti apel pagi terlebih dahulu bersama para pejabat pengadilan sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu kami memasuki ruang sidang untuk mengikuti acara penerimaan peserta PPL dan mengikuti arahan terutama pengenalan dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Demak, beliau adalah Bp. Agam Syarief Baharudin, SH., MH.

Setelah penerimaan peserta PPL yang didampingi DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), mahasiswa diberi penjelasan mengenai tata tertib di pengadilan dan penjelasan umum lainnya yang berkaitan dengan pengadilan. Setelah itu kami di bagi kelompok dan ditempatkan pada masing-masing ruangan. Diantaranya ada di bagian kepaniteraan hukum, kepaniteraan perdata, kepaniteraan pidana, umum, UP (Urusan Kepegawaian) yang sekarang​ berubah menjadi sub bagian kepegawaian, dan ruang IT.

Pada hari pertama saya kebagian di ruang kepaniteraan perdata bersama 2 orang teman saya. Selama 2 hari saya belajar dan praktik di ruang tersebut. Belajar membuat relaas dan akta permohonan upaya banding dalam kasus perdata. Tapi kebanyakan kami lebih sering bertanya-tanya tentang tugas kepaniteraan perdata dan melihat-lihat berkas atau dokumen. Di situ juga kita belajar tentang tugas-tugas apa saja yang dikerjakan oleh juru sita. Dan kemarin saya rolling, pindah ke ruang kepaniteraan hukum, lalu saya dan 2 orang teman saya ditugaskan di ruang arsip perdata.

Hal yang menarik bagi saya saat berada di pengadilan adalah nonton sidang. Sepertinya itu sudah menjadi hobi yang memang harus dilakukan untuk memahami bagaimana jalannya hukum acara pidana dan perdata di Pengadilan Negeri Demak ini. Saya seringkali memerhatikan dan mencatat hal-hal yang dilakukan oleh Hakim, Jaksa, Panitera, Saksi, Kuasa Hukum Penggugat atau Tergugat saat jalannya persidangan. Memerhatikan apa saja yang perlu dibicarakan oleh seorang Hakim dkk dan urutan-urutannya saat jalannya persidangan. Jujur saja, saya lebih tertarik sidang kasus pidana daripada perdata. Menurut saya kasus perdata itu “more complicated“, ruwet dan membosankan, hahaha. Lebih menarik lagi ketika nonton sidang kasus pembunuhan, itu sangat menggugah sekali, semua peserta PPL langsung memerhatikan sidang dengan seksama.

Tapi bagaimana pun juga tata tertib di ruang sidang perlu diperhatikan. Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan diruang sidang adalah makan dan minum, tidak boleh bersuara, handphone di silent atau kalau bisa dimatikan, peserta PPL juga harus izin dulu dengan Hakim jika ingin mengambil foto, jangan asal jeprat-jepret (terutama seorang wartawan yang ingin masuk ke pengadilan). Dudukpun diatur tidak boleh “nyingkrang” karena akan terlihat tidak sopan dihadapan seorang Hakim. Yabegitulah.

Dan hal menarik lainnya ialah ketika mendengar pernyataan dari Pak Agam (WKPN PN Demak) mengenai saksi. Bahwa saksi bisa diperiksa secara serentak, karena dalam KUHP yang pada intinya hanya menyatakan “saksi dipanggil satu-persatu” bukan “diperiksa satu-persatu“, tujuannya tentu untuk mempercepat waktu sidang. Dan kemarin ketika Pak Agam menyampaikan materi tentang hukum acara pidana, di pertengahan materi beliau bercerita bahwa dulu pernah melakukan kesalahan, menjatuhkan hukuman pidana terhadap orang yang tidak bersalah. Beliau tiba-tiba meneteskan air matanya. Teringat.

Advertisements

Author:

Temukan saya di instagram : @arikakhoiriya

13 thoughts on “Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Negeri Demak

      1. Beliau terpaksa melakukan itu karena keluarga korban mengancam terdakwa untuk dibunuh, waktu itu katanya orang tua korban adalah seorang ketua partai politik.

        Begitulah.. politik jadi seperti diatasnya hukum, mungkin keputusan beliau itu sudah tepat, lebih baik terdakwa yg tdk bersalah itu di hukum dari pada dibunuh

      2. Aku keselnya dari pihak keluarga korban mba, mengancam membunuh terdakwa. Gak etis, mentang” ketua partai politik seenaknya saja.

      3. iya kak. aku juga keselnya ke keluarga korban. astagfirullah.
        .
        semoga terdakwa nantinya mendapatkan kemudahan ketika selesai dengan hukumannya. karena kan biasanya cap bekas napi kan sulit diterima masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s