Posted in Cerita

Perjalanan 3 hari di Desa Dukuhwaringin

Perjalanan 3 hari di Desa Dukuhwaringin

Pada tanggal 16 Desember 2017 lalu saya pulang ke Kudus untuk melakukan survei di Desa Dukuhwaringin Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Selama 3 hari saya berhasil menyelesaikan penelitian tersebut dengan bantuan teman saya yang bernama Mega. Awalnya saya ingin memutuskan pulang dari Semarang langsung menuju ke Desa Dukuhwaringin, tapi sayangnya saya belum mengetahui dengan ngeh lokasi desa tersebut, ‘Pokoke ngliwati Colo’ begitulah kebanyakan orang mengatakan, itu berarti lumayan jauh dari rumah saya, jadi saya memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, sambil menyiapkan berkas dan mencari tahu tentang Dukuhwaringin, terutama Kepala Desanya.

17 Desember 2017, hari itu juga saya berhasil menemukan Kantor Kepala Desa Dukuhwaringin​, karena hari itu hari Minggu, kantor tutup. Jadi saya langsung ke rumah Pak Kepala Desa, namanya Pak Aris Istiyanto. Beliau baik walau agak cuek, tapi setidaknya terimakasih sekali sudah mengizinkan saya untuk survei disana. Dari sini saya jadi tahu bahwa kita memang tidak bisa sembarangan masuk desa tanpa ada surat keterangan survei yang resmi.

Saya pernah berpikir, kenapa rumah Kepala Desa itu pasti kebanyakan tak jauh dari Balai Desanya?

Well, karena informasi berkas yang saya butuhkan untuk penelitian berada di Kantor semua, jadi Pak Kepdes tidak bisa membantu banyak, beliau hanya bisa menyarankan datangi saja setiap Ketua RT yang berhasil terpilih sebagai sampel, atau pilih besok hari Senin saja ketika kantor buka. Tapi karena saya juga dikejar waktu, mau tidak mau saya harus mencari tahu langsung.

18 Desember 2017, saya langsung pergi ke balai desa untuk meminta data dari perangkat desa, disana diberikan pelayanan yang baik, saya suka. Dan setelah mendapatkan data yang sudah cukup membantu akhirnya saya bisa terjun wawancara dari rumah ke rumah. Hari itu hanya berhasil mendapatkan 6 responden saja, itupun susahnya minta ampun untuk mencari alamat setiap warga yang terpilih menjadi sampel tersebut. Sampai-sampai saya dan teman saya hafal jalan setiap RT disana, dan nama perangkat desapun saya juga hafal, karena beliau-beliau yang sering membantu, terimakasih sekali.

19 Desember 2017, Hari dimana saya harus menyelesaikan survei tersebut secepat mungkin karena..

esoknya..

saya..

ADA UAS DAN BANYAK TUGAS YANG BELUM TERSELESAIKAN!!!

Yak, hari itu juga saya akhirnya berhasil melengkapi dengan 4 responden, pada responden terakhir adalah Pak Ketua RW 02 Dukuhwaringin sendiri, namanya Pak Selamet. Beliau baik, ramah dan humoris. Waktu itu kebetulan beliau dan istrinya berada di warung. Jadi saya dipersilahkan untuk wawancara disana saja.

Selama wawancara, saya justru tidak fokus dengan quosioner nya, karena saya lebih banyak ngobrol dan tertawa dengan Pak Selamet, seharusnya yang harus saya wawancarai adalah Bu Surani, tetapi kadang beliau juga bingung sendiri untuk menjawab. Alhasil, yang selalu menjawab adalah Pak Selamet. Kita asyik membicarakan budaya politik disana, perkembangan desa tersebut, pariwisatanya, pupuk, pertanian, kinerja pemerintah jateng, partai politik, masalah yang di alami desa tersebut dan sebagainya dengan menggunakan bahasa yang ringan. Desa ini juga tergolong kecil sekecamatan Dawe, suasananya sepi, asri, tenang, pemandangannya juga bagus dan udaranya juga lumayan dingin.

Advertisements

Author:

Temukan saya di instagram : @arikakhoiriya

5 thoughts on “Perjalanan 3 hari di Desa Dukuhwaringin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s