Goa Kreo semarang

Pemandangan Waduk Jatibarang, Goa Kreo Semarang.

Seperti pulau di tengah danau, begitulah kesan pertama saya ketika memasuki objek wisata Goa Kreo Semarang ini. Goa Kreo merupakan Goa yang terbentuk oleh alam dan terletak di tengah-tengah Waduk Jatibarang. Lokasi tempat ini berada di Kelurahan kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Menurut sejarah, destinasi wisata ini ada hubungannya dengan salah satu tokoh Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Goa bersejarah ini juga ternyata di jaga oleh ratusan kera yang hidup secara liar tetapi tetap di lindungi dan sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawan. Jadi tidak heran, ketika saya sedang menuruni tangga ingin menuju jembatan Waduk Jatibarang, suara-suara brisik terdengar dari kejauhan itu ternyata akibat polah dari beberapa MONYET! Yeah, nice. Sempat saya berpikir “Ini kenapa PULAU SUNGGOKONG BISA PINDAH KE SINI YAK?”. Tapi bukan, ini ternyata memang ada sejarahnya, yang sudah saya jelaskan di atas.

Jembatan Goa Kreo

Jembatan Waduk Jatibarang

Sebenarnya monyet-monyet itu tidak mengganggu sih, justru malah bisa buat hiburan para pengunjung, tapi menurut saya monyetnya memang cukup jahil, perlu hati-hati juga, karena kera-kera di sana kadang suka merebut makanan dan minuman pengunjung, baju teman sekelas saya saja sampai di rebut, mungkin karena warnanya yang menarik perhatian, who knows. Sebentar, ini kenapa asik membahas MONYET yak? Yeah, mungkin lain kali saya ingin menamakan objek wisata ini menjadi “Pulau Monyet Tersembunyi di Kota Semarang”. Sepertinya menarik.

Jadi, waktu itu saya mengunjungi wisata ini beberapa minggu yang lalu bersama semua teman sekelas saya, hanya bermodal Rp. 5000, masing-masing sudah bisa masuk menikmati pemandangan, dan tentunya berburu spot-spot yang menarik untuk pengambilan foto bersama.

Di sana saya sendiri sibuk memburu foto pemandangan yang mungkin hasilnya akan terlihat tidak biasa, karena kesan pertama saya ketika memasuki wisata ini seperti berada di sebuah pulau. Tempat ini cukup lumayan untuk dijadikan relaksasi. Saran saya harus berangkat rame-rame, lebih seru. Apalagi letak lokasi yang tidak terlalu jauh dari kampus saya, UIN Walisongo, menjadikan perjalanan saya tidak terlalu ada hambatan, perjalanan dari kampus sekitar 30 menitan sudah bisa sampai lokasi, atau mungkin mahasiswa yang berada di UNNES itu akan lebih dekat lagi, karena letak Goa Kreo sama-sama di Kecamatan Gunungpati, sama halnya dengan UNNES.

Human interest

Para penumpang perahu yang sedang sibuk memancing

Well, objek wisata ini tidak hanya dikunjungi oleh kalangan pemuda-pemudi saja, tetapi wisata ini juga cocok di nikmati bersama keluarga. hal yang menarik buat saya adalah ketika ternyata saya menemukan beberapa anak tangga yang jaraknya cukup panjang untuk bisa sampai pada lokasi jembatan yang menjadi objek utamanya. bukan hanya itu, sambil menyiagakan kamera, ketika sampai di area jembatan saya tertarik dengan kegiatan beberapa penumpang perahu yang sedang asyik memancing tidak jauh dari bawah jembatan. di dalam pikiran saya, “kok sempatnya sih, memancing di area yang seperti ini, apakah ada seekor ikan yang bisa diburu?” pertanyaan itu hanya terlintas sebentar di pikiran saya, karena mau tanya sama siapa pun sepertinya tidak ada yang paham, dan waktu itu juga pas tidak ada pemandu khusus yang mugkin barangkali bisa saya beri pertanyaan.

Human interest

Bapak ini mengancungkan tangannya setelah menyadari adanya kamera

Dengan asyiknya saya masih memotret-motret kegiatan para bapak itu di perahu tersebut, beberapa saat kemudian, ada salah satu bapak-bapak yang sudah merasa jika saya potret, lalu bapak itu dengan pede menoleh ke kamera saya dan mengacungkan tangannya dengan tanda dua jari; peace. Dengan sopan saya lalu mengkonfirmasi dengan tanda jempol, mengisyaratkan dengan arti bahwa; iya pak, sudah saya ambil fotonya, terimakasih.

“Tulisan ini di buat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang”. www.kabsemarangtourism.com

Advertisements