Posted in Uncategorized

HOLIDAY WITH PONAKAN

Jepara, 22 Januari 2016                  LIBURAN BERSAMA KEPONAKAN

Setelah saya berhasil memuaskan diri selama empat hari dirumah, saya diajak saudara saya untuk liburan kerumah kakak di Jepara, mungkin sekitar dua mingguan saya akan heha-hehe di Kota Ukir tersebut, dan pada suatu hari Selasa, sore itu saya berangkat ke rumah kakak dengan saudaraku menggunakan sepeda motor, cukup melelahkan sih pemirsa, perjalanan yang menghabiskan dua jam dengan kecepatan Marquez dari Kota Kretek itu sukses membuat pantat saya kempas-kempes disepanjang jalan. Dikarenakan efek hujan, dalam perjalanan itu saya merasakan kedinginan yang luar biasa sampai perut saya kebanyakan angin, iya alhasil saya kentat-kentut disepanjang jalan dong. Bayangkan saja, betapa antara perut dan pantat saya tersiksa pada waktu perjalanan tersebut. Dan alhamdulillah, akhirnya jam tujuh malam lebih saya mendarat dengan klenger di rumah kakak saya itu. Dingin banget anjay.

Hari demi hari saya menjalani kegiatan disana dengan biasa saja seperti manusia pada umumnya. Mungkin ketambahan dengan sentuhan buku, seperti membaca novel agar lebih mendapat hidayah dan menukil kisah-kisah inspiratif, hitung-hitung untuk mengisi otak saya dengan kata-kata dan imajinasi agar tidak sebegitu kosong dan lebih berguna karena tidak kemasukan lalapan materi kuliah pada saat liburan. And honestly, saya bisa berubah rajin membaca seperti ini itu karena The Holy Prison. Yeah!! Thank’s very much for your any rule and  your any punishment and then make me understand how to use my management time goodlyThere is many benefits yang bisa aku rasakan sampai sekarang. Salah satunya,  I’ve found my real hobby! (aku sungguh tidak peduli dengan grammarnya, maaf).

Jadi, awalnya itu saya pernah tinggal diasrama kampus tempat saya menimba ilmu, disana itu saya sangat diajarkan bagaimana pentingnya disiplin dan saya banyak dikerumuni orang-orang yang suka melahab ilmu, suka membaca dan menulis. So, karena dari sanalah awal mula hobi menulis dan membaca saya meningkat.

Well, kembali lagi dengan liburan, pada suatu kejadian saya mendapat kejengkelan yang luar biasa dari keponakan laki-laki saya yang super tidak jelas itu. Ceritanya saya itu lagi serius-seriusnya membaca novel milik kakak saya dikamar, dan tiba-tiba keponakan saya itu nongol dibalik novel yang sedang saya baca. YA TIBA-TIBA NDELONGOP GITU YA AKU KAGET LAH YA DASAR BOCAH! Tingkahnya yang super hyperactive dan tidak jelas itu, terkadang kumerasa kepergiannya adalah suatu keberkahan hidup, memberikanku sebuah kemerdekaaan yang sangat berarti bagi kelangsungan hidupku selama liburan di Jepara. Saya tidak kebayang sih, kenapa kakak saya itu bisa menjadi seorang ibu yang betah punya anak hyperactive dan super cerewet itu yang selalu menghantui hari-harinya yang setiap kali harus lengket dan minta ditemenin terus. Huhuhu RIP banget menjadi seorang tante.

Next, sementara lupain soal ibu, balik lagi kepermasalahan yang tadi, ketika keponakan saya itu datang ke kamar sontak dia juga mengambil handphone pribadi saya tanpa permisi (iya namanya juga anak kecil boy semua barang yang dia temukan dan dianggapnya menarik pasti langsung diambil tanpa basa-basi dan tanpa merasa berdosa).

Aku pikir cuma  dibawa-bawa gitu saja sama tuh anak, saya cuek saja dan masih fokus membaca novel yang saya pegang, tetapi tidak berapa lama kemudian keponakan saya itu kembali kekamar untuk mengambalikan handphone saya. Saya masih cuek, biasa saja, fokus novel. Lalu ketika saya buka handphone. Ehem, Ok. Everythings is all right, awalnya santai, tidak ada masalah, dan ketika ada pemberitahuan sms dari temen-teman saya, sebuah pesan yang menanyakan “Ada apa sih ka?” pada protes gitu katanya tumben banget aku nelpon. Dalam otak aku mikir, “YA SIAPA JUGA SIH YANG NELPON KAMU-KAMU HELAW! Terus aku baru sadar sesadar-sadarnya dan mengarah ke keponakan saya itu sebagai dugaan tersangka, karena dia pasti mencat-mencet handphoneku secara tidak jelas dan tidak sengaja nelponin semua temen saya, dan pulsaku akhirnya ludes boy, GILAK.

Dan pada hari itu pula aku terpaksa nemenin ponakan saya nonton video-video mobil balap kesukaannya, ya karena saya itu sudah kelar baca dua novel, jadi agak sedikit bosan untuk membaca novel selanjutnya. Setelah sedikit menggerutu dalam hati nemenin ponakan saya nonton video dengan muka polos-polosnya anak umur tiga tahun, aku berusaha sabar. Tak lama kemudian dia nyuruh aku untuk mengganti video game, ini anak bisa banget gitu ya, dulu waktu aku kecil mah pahamnya cublek-cublek suwung. Well, ketika saya sudah bukain itu video game, kamu sekalian tahu tidak sih?! YA MASAK VIDEO GAMENYA CUMA DIPANTENGIN DOANG GITU TIDAK DIMAININ! Iya terserah kamu lah boy, gitu saja terus sampai tantemu ini wisuda. Aku capek. Cukup.

Advertisements

Author:

Temukan saya di instagram : @arikakhoiriya

2 thoughts on “HOLIDAY WITH PONAKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s