Kata-kata Bahasa Indonesia yang Perlu Direnungkan

Pernah nggak sih kalian denger orang tua atau orang yang lebih tua bilang gini:

“Nduk, kalo sekolah yang bener ya. Biar gedenya, bisa jadi orang.”

Terus kemudian kita cuma bisa jawab dalam hati sambil garuk-garuk kepala : “Jiahh!! Lah emang dari dulu aku makhluk macam apaaa???!”

Yap! Penggunaan kata “orang” ini emang sering banget diidentikan sama orang-orang yang udah sukses, mapan, dan punya banyak uang. Padahal, kalo kita duduk merenung dan khusyuk mikir di pinggir jalan sambil ngegalau tingkat bohai, “Ini arti kata ‘orang’ sebenernya apa, sih?”. Tetot!

Kedua, coba perhatikan kalimat ini nih :
“Iyalah mirip.. secara, mereka kan sodara,”

“Secara”. Oke, coba direnungin bentar, Mmm.. Menjelaskan makna kata “secara” dalam kalimat di atas ini pun rasanya pun nggak sanggup, zehahaha. Meski yakin kalian pasti nangkep makna kalimat di atas. Karena ternyata eh ternyata arti kata “secara” dalam kalimat di atas ini beda banget sama arti yang ditemui di kamus. Well, mari kita tengok versi KBBI :

secara/se·ca·ra/ p1 sebagai; selaku: hendaklah kamu bertindak ~ laki-laki; 2 menurut (tentang adat, kebiasaan, dan sebagainya): perkawinan akan dilangsungkan ~ adat keraton; 3 dengan cara; dengan jalan: perselisihan itu akan diselesaikan ~ damai; ia diperlakukan ~ tidak adil; 4 dengan: hal itu diuraikan ~ ringkas; serangan itu dilakukan ~ besar-besaran.

Tuh, mari coba kita aplikasikan pada kalimat di atas dengan kalimat dibawah ini :

1. “Iyalah mirip, sebagai, kan mereka sodara,” – (nggak cocok)

2. “Iyalah mirip, menurut, kan mereka sodara,” – (tetot!)

3. “Iyalah mirip, dengan cara, kan mereka kan sodara,” – (nggak ada artinya)

4. “Iyalah mirip, dengan, kan mereka sodara,” – (apa, sih?)

Nah, terbukti kan, KBBI aja nggak bisa mengartikan makna kata “secara” yang ada di kalimat tadi. Mulai bingung? Apalagi aku. Hohohohohoohoooooooo

Quotation source : HaiMagazine🙂

SEMAKIN JAUH

Berawal dari suatu hari yang cerah
Lagi dan lagi
Dekat semakin dekat
Terus menerus mengalir seperti air
Syahdu mengaliri kehidupan yang menjanjikan
Awan mendadak putih bersih
Matahari menyembul cerah mempesona
Kupu-kupu terbang riang didalam perut
Alam berubah seperti film Alice in Wonderland
Percakapan bagai burung merpati nan suci
Saling mengingatkan dan mengasihi
Sebenarnya dekat tapi kenyataannya jauh
Hanya sebuah bayangan
Terngiang dalam pikiran
Menyebut dalam hati
Tak ingin melupakan
Karena burung merpati ini sudah berani dan berhasil mengetuk pintu
Pintu hati yang selalu terjaga sampai terbuka dengan senang hati
Dan sekarang merpati itu jauh
Entah kenapa entah karena apa
Dari jauh merindukannya

Sensitivity Musicians to Tone and Shape The Brain

Sensitivity musicians to tone and shape the brain
Perfection tone recognition stems from the brain. American neurologist from Gottfried Schlaug find a sector that occupies a musical tone recognition capabilities appropriately. This sector is in planum temporale, the outer layer of the brain that processes or process the sound verbal and non-verbal.

He said, planum temporale professional musicians left side bigger than the right. The greater the difference the more perfect the tone recognition.

Learning a musical instrument from an early age can also affect the shape of the brain. He said, at the age of 6 years he never played a musical instrument, and at the age of 9 years old he began to learn the organ, then he associated with his own brain. The results of this study reinforce that learning a musical instrument early time can affect the shape of the brain.

He also studied the brains of 30 professional musicians and 30 non-musicians brain. None of the non-musicians who can play a musical instrument. As a result, he made it clear that there is a link with the brain forms of musical talent.

And did you know that people who frequently listen to or play music, especially classical music, can develop the intelligence of right brain that functions or useful generate creativity and develop emotional intelligence.

Hand Lettering

Apa itu hand lettering???

 

Lettering” adalah seni menggambar huruf. “Hand lettering” adalah sebuah karya desain yang menggunakan huruf sebagai elemen utama yang sepenuhnya digambar secara manual dengan menggunakan tangan, sementara typography sama halnya dengan karya “hand lettering”.ia menggunakan huruf sebagai elemen utama, namun perbedaannya terletak pada medium yang digunakan, yaitu software digital.

lukisan-tembok-cafe

Tipografi memang memiliki kemiripan dengan huruf – masih berurusan dengan surat, tapi dalam konteks tipografi dan penggunaan yang tepat mereka. Oleh karena itu, itu bukan ide yang baik untuk merujuk pada tipografi sebagai huruf, karena mereka memiliki konotasi yang berbeda dan Anda tidak ingin membingungkan klien Anda dengan menukar istilah. Sekali lagi, akurasi dalam hal merupakan elemen penting dalam setiap profesi dan desain tidak berbeda.

Inspirasi untuk membuat “hand lettering” selalu datang dimanapun dan kapanpun.  Sering melihat jenis-jenis font, banyak melihat berbagai seni tulisan di jalan seperti spanduk dan hiasan tulisan di cafe atau tempat-tempat lain (jalan-jalan) dapat menambah referensi dan inspirasi untuk membuat karya “hand lettering”. Hal pertama yang dilakukan untuk pemula adalah membuat karya dengan kertas terlebih dahulu, pensil atau bolpoin khusus menggambar dan yang terpenting ; sering-sering ‘melihat’.

 

Merenung Sejenak

         

         Ketika aku menemui mereka atau sedang berada dalam kerumunan banyak orang, entah itu di kampus, kelas, asrama, halte, kendaraan umum, rumah makan, dan berbagai tempat umum lainnya, yang kulihat mereka hanya sibuk berkutik pada handphone mereka masing-masing. Mereka meninggalkan banyak hal dari balik wajah nunduk mereka, seperti hubungan sosial yang nyata dengan orang lain, mereka lebih menyukai berdunia maya. Lebih praktis mungkin.

          Itulah yang selama ini aku amati ketika sendirian di tempat umum manapun. Karena apa lagi yang harus aku lakukan? Mengajak mengobrol? Tentu tidak mungkin, yang ada aku hanya mendapat respon datar karena mereka masih terfokus dengan gadget-gadget canggih mereka. Aku diam. Mencoba untuk acuh juga, tertawa kecil dalam hati, zaman sekarang.

          Dan untuk anak kecil. Merekapun juga terkena virus zaman sekarang ini, iya aku tahu memang sebuah kehidupan pasti akan selalu maju, semuanya serba canggih, seperti teknologi dan sebagainya, aku tahu itu sangat baik. Sampai mungkin suatu hari nanti manusia tidak akan lagi dibutuhkan tenaganya karena tersaingi oleh orang besi.

          Well.. contoh saja keponakanku yang berumur tiga tahunan, ketika aku liburan semester 1 kemarin dirumahnya, hobinya hanya mengutak-atik game dilaptop, alhasil bocah itu jarang bermain diluar dengan anak-anak lainnya. Miris. Padahal dulu ketika aku masih kecil, kuluapkan kegiatanku sepenuhnya di outdoor dengan teman-teman sekitar rumahku. Dulu. Tetapi kusadari, setelah beranjak menuju dewasa seperti ini, semuanya hilang, musnah ditelan virus perkembangan zaman. TAK ADA LAGI KERAMAHAN, TAK ADA LAGI KERAMAIAN ARENA BERMAIN ANAK-ANAK YANG SANGAT MENGHIDUPKAN SUASANA LINGKUNGAN KETIKA BERKUMPUL SEPERTI DULU. Suasana yang seperti itu yang aku rindukan.

Masalah Sosial Anak

Berapa banyak tokoh politik tangkas berbicara tentang demokrasi dan transparansi, sementara tak satupun ternyata yang peduli terhadap nasib anak bangsa yang meringkuk dipojok sejarah, anak-anak rawan, anak-anak marginal yang terpinggirkan, tersisih dari kehidupan normal, anak-anak karena tekanan kondisi, anak-anak yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya. Pendidikan. -Bagong Suyanto-

Deskripsi buku “Masalah Sosial Anak” oleh Bagong Suyanto :

Anak rawan (anak yang karena tekanan kondisi atau kultural tidak terpenuhi atau dilanggar hak-haknya) harus diakui masih belum sepopuler isu mengenai kerriskinan atau perempuan atau gender. Walaupun demikian, perlahan namun pasti perhatian terhadap isu anak rawan ini mulai meningkat. Bahkan belakangan ini berbagai kasus yang berkaitan dengan pekerja anak di bawah umur, pelacuran anak, perdagangan anak, anak jalanan, dan lain sebagainya tidak lagi dipandang sebagai kasus insidental, tetapi sudah menjadi sebuah fenomena sosial yang membutuhkan perhatian khusus dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat.

Didukung dengan analisis fakta dan fenomena yang ada di lapangan, apa yang disajikan dalam buku ini paling tidak berusaha menunjukkan potret buram dan besaran masalah serta persoalan yang dihadapi anak-anak rawan, mulai dari ancaman eksploitasi, perampasan kemerdekaan, penelantaran, penganiayaan, dan berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak anak.

Di antara tema utama yang diangkat dalartr buku ini:
– Child abuse’. faktor penyebab, pola, pelaku, dan korban
– Pekerja anak (di sektoryang berbahaya)
– Anak yang dilacurkan
– Anak jalanan
– Anak telantar
– Anak perempuan korban pelecehan dan kekerasan seksual
– Perdagangan dan penculikananak
– Anak korban pedofilia
– Pengungsianak
– Putus sekolah

 

Akibat Buruk pada Otak Jika Anak Sering Dibentak (adverse effects on the brain when children often shouted)

Semakin sering dibentak dengan keras dan membuat anak takut, semakin tinggi pula kerusakan pada neuron.

Ini juga penting buat kakak-kakak yang punya adek kecil.

Seringkali orangtua lupa memperlakukan anak dengan cara membentaknya. Entah karena anak nakal, tidak mau makan atau karena berbuat sesuatu yang mengancam keselamatannya. Alih-alih sebagai respons kekhawatiran, orangtua lantas memarahi anak sambil membentaknya dan berteriak. Padahal, kebiasaan seperti ini ternyata memiliki dampak buruk pada otak jika anak suka dibentak.

“Otak itu bekerja bukan hanya secara struktural, melainkan ada listriknya, ada hormonalnya. Ketika anak belajar neuronnya menyambung, berdekatan, antar-neuron semakin lama semakin kuat, sistem hormonal juga bekerja,” jelas Amir Zuhdi, Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia saat ditemui seusai Festival Kabupaten/Kota Layak Anak di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/11),

Menurut Amir, ketika orangtua membentak anak, anak akan merasa ketakutan. Nah, ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak anak akan meningkat. Lebih lanjut, pada anak-anak, tingginya hormon kortisol itu akan memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak. Selain itu, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis.

Lalu, apa akibatnya jika neuron terganggu?

Amir mengungkapkan, banyak hal yang bisa terjadi soal dampak buruk suka membentak anak. Seperti proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri.

“Neuron ini kan isinya file-file. Kalau dalam jumlah banyak (kematian neuron), dia jadi lelet,” kata Amir.

Amir menjelaskan, bagian otak anak yang pertama kali tumbuh adalah bagian otak yang berkaitan dengan emosi. Dalam bagian itu, paling besar adalah wilayah emosi takut. Itulah mengapa saat anak-anak akan mudah merasa takut.

Semakin sering dibentak dengan keras dan membuat anak takut, semakin tinggi pula kerusakan pada neuron. Menurut Amir, orangtua juga harus bisa mengelola emosi. Ketika anak berbuat salah, katakan salah dengan memberi pengertian tanpa membentak-bentak.

(Dian Maharani/Kompas Health)

ESCAPOLOGIST

You can't escape from me. Even if you Houdini.

SUARA UNTUK SEMESTA

In The Name Of Compassion

Ma'had Walisongo

Mencetak pemimpin bangsa yang akademis dan berakhlaqul karimah

Arika Khoiriya

A fine WordPress.com site

erinaputrianti25m2k

Jadilah yang terBAIK dari yang terBAIK

Evi_farrihna

Curahan hatiku :)

Bienvenue sur Mon Blog

Hidup adalah sebuah Pilihan, maka hati-hatilah dalam mengambilnya!

marlynien

This WordPress.com site is the bee's knees

maulafifym2k

keep smile..

rinadew_man2kudus

my life is never flat

diahshofianimandaku

Percaya Pada Diri

trilestari972

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

The Lighting

belajar menuju masa depan

annyhidayatiM2K

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

icqaotus93m2k

dream high a chance to fly high

muhammadriezalanamtk

“Believe me, after your failure there is a sign of your success

cliquersmaulinm2k

Say no to CORRUPTIONS..... !!!

damianada

Nafilda M2K

nashrihanam2k

A topnotch WordPress.com site