What’s Wrong with Islam?

We have to realize that our country has too many differences. Ethnic, culture, community and especially religion. As good Indonesian peoples, we have to do important thing. What’s that? We have to keep tolerance with others in this country and must be aware that our country has many differences.

So, it’s important to keep tolerance in the circle of our society, and then each other has freedom to profess and to perform their religion. Talking about Islam, Islam doesn’t force each person to choose Islam to be their religion, because the obligation of Moslems only convey da’wah, not to force convert to Islam.

Let’s see in surah Al-Kafirun verse 6, that says “your religion is your religion, my religion is my religion”. This letter teaches us that every religion has different principles and basic values. So, the differences must be respected, not to disturb each other and not to impose each other.

I have story from my friend. When she wanted to drop in some villages in Bali, suddenly some people of that villages or a villager asked my friend.

Villager : “Are you Moslem?”

My Friend : “Yea, I’m Moslem, what’s wrong?”

Villager : “I’m so sorry, in our village, we don’t allow every Moslem to enter this village, that’s our rule”

My friend was so speechless and too painful to hear that, but she tried to keep cooling down and tried to explain about the real Islam. Fortunately, she has good skill of communicaton, so finally she could get there/drop in to that village.

Look, Bali.. one country with us, and I know the first religion in Bali is Hindu and many western people start there, they may think that Islam always make destruction and bom blast incident and perhaps they remember about bom incident in Bali twelve years ago (2005).

And how about people from other country? What do they think about Islam? (Wallahua’lam). And I think, many kinds of Islam that they don’t know.

So, from this case, we know that how important it is to keep tolerance and try to make a good communicaton with others, so we can get a good relation too, and eradicate the misunderstanding about Islam.

NB : Mohon yang jago bahasa Inggris, grammar nya bisa di teliti.

TOEFL WORKSHOP AND SIMULATION “Be Bold for the Goal”

All The Committee of TOEFL Workshop and Simulation

Yeah, tepat pada tanggal 20-21 Mei 2017 kemarin akhirnya acara TOEFL ini kelar juga. Ini adalah acara dari organisasi yang saya ikuti yakni “Walisongo English Club”. TOEFL Workshop and Simulation ini cocok sekali untuk bekal anak semester 4 yang ingin mengambil TOEFL semester depan dikampus saya, untuk pengejaran skor kelulusan TOEFL, tetapi itupun tergantung orangnya juga lah iya, sering berlatih mengerjakan soal TOEFL it’s very owkey. Yap.. acara ini sukses bertemakan “Be Bold For The Goal”, nge-bold sekali pokoknya.

Jadi, acara ini itu ada dua sesi gitu, yang hari pertama tepatnya pada hari Sabtu tanggal 20 Mei yakni diisi dengan workshop terlebih dahulu untuk memberikan pembelajaran atau bekal buat para peserta oleh narasumber Rif’atun Hasanah, S.Pd (Awardee of Arizona University Scholarship), seorang alumni dari kampus saya sendiri, juga jebolan dari Walisongo English Club yang sudah berkesempatan mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. 

Banyak sekali materi-materi dan tips-tips berbobot yang disuguhkan oleh narasumber. Disela-sela acara juga tidak lupa memberikan “Ice Breaking” biar peserta nggak pada gabuuut, bosen, ngantuk lunglai gemulaaaiii, karena dipenuhi dengan materi terus.. jadi, ada suguhan Stand Up Comedy, biar fresshh.

Dan pada hari kedua, hari Minggu 21 Mei ini adalah acara intinya yakni simulasi TOEFL, dimana peserta harus menyiapkan kupingnya untuk sesi listening dan konsentrasi bola mata untuk sesi reading-nya. Oiya, sebenarnya acara ini khusus hanya untuk anak UIN Walisongo, tapi kemarin itu very special banget karena ada peserta yang datang dari Gresik lho, mereka bela-belain ingin ikut, jauh-jauh ke Semarang untuk mengikuti acara TOEFL ini, salut.

Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Sampai-sampai ketua panitianya aja nangis lho, hahaha.. Yeah begitulah, saya belajar banyak hal dari organisasi ini, semua ini, semua itu. Semoga bermanfaat. “It’s Simple and Understand”. Mereka luar biasa. Semoga momen-momen seperti ini tidak pernah pecah. Always keep on team, salam Be Bold For The Goal.

Opini Kasus Penanaman Ganja Oleh Fidelis dan Keterkaitan dengan Teori Sosiologi Hukum Klasik Oleh Max Weber

Pada pertengahan bulan Februari kemarin, terdapat kasus oleh Pegawai Negeri Sipil dari Sanggau, Kalimantan Barat, yakni Fidelis Arie Sudarwoto yang ditangkap oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) karena terbukti menanam 39 batang ganja di halaman rumahnya. 

Baca juga : Pro Kontra Legalisasi Ganja Terkait Kasus Fidelis Arie Sudarwoto

Berdasarkan keterangan yang saya dapatkan dari media Metro tv, Fidelis terpaksa menanam ganja dirumahnya dengan alasan untuk pengobatan istrinya yang mengidap penyakit Syringomyelia (kista sumsum tulang belakang). Fidelis mengatakan jika istrinya memang mengalami perkembangan positif selama mengkonsumsi ganja tersebut. Tetapi setelah 32 hari Fidelis ditahan, istrinyapun meninggal karena tidak mendapatkan perawatan secara khusus dari Fidelis. Dari pihak keluarga Fidelispun tidak mengerti bagaimana cara merawat istrinya itu karena Fidelis merawat istrinya dengan cara-cara dan ruangan yang khusus. Untuk mengatur suhu kamarnyapun dengan pengaturan yang khusus dan tidak boleh salah. Dan Fidelis juga meracik sendiri ganja yang digunakan obat tersebut secara khusus.

Dari kasus inipun timbullah berbagai pro kontra legalisasi ganja untuk medis. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris ganja dilegalkan untuk kepentingan medis, tapi itupun tetap dengan penjagaan atau pengawasan yang ketat. Di Indonesia sendiri, dari Menteri Kesehatan enggan untuk melakukan penelitian terhadap ganja karena itu pasti akan menghabiskan banyak biaya. Dan jika kita menengok kembali UU Narkotika itupun akan menjadi sulit jika ganja bisa dilegalkan, sebaiknya untuk hal-hal lain saja.

Satu hal lagi yang membuat saya penasaran adalah dengan adanya komunitas LGN (Lingkar Ganja Nusantara). Mereka punya data-data lengkap tentang ganja dan mengapa negara-negara tersebut punya hak untuk meneliti ganja. Mereka juga melakukan pergerakan atau kegiatan positif yang berkaitan dengan ganja. Mereka juga berharap dan mendukung jika ganja bisa dilegalkan untuk hal medis. Tapi walaupun begitu, saya juga belum begitu mengetahui secara spesifik tentang komunitas LGN ini.

Lalu apa hubungannya kasus ini dengan teori sosiologi hukum klasik dari Max Weber? Baik, disini saya akan mengkaitkan kasus ini dengan pernyataan Max Weber yang mengatakan bahwa ada 2 cara untuk mendapatkan keadilan. Yang pertama, dengan berpegang teguh pada aturan hukum, dengan dasar yang benar adalah menyesuaikan diri dengan logika sistem hukum yang bersangkutan. Yang kedua, dengan cara memperhatikan keadaan maksud para pihak dan syarat hukum lainnya. Maka, seorang hakim dapat mengambil keputusan atas dasar aturan-aturan hukum belaka atau setelah dia mendapatkan keyakinan dalam dirinya tentang apa yang sebaiknya diputuskan.

Jadi menurut saya, begitulah hukum Indonesia. Hukum Indonesia akan selalu melihat ke depan dan tidak akan pernah menoleh kebelakang, maksud saya disini adalah hukum di Indonesia itu akan selalu berpegang pada aturan hukum dan rasionalitas Undang-Undang, ini seperti salah satu pernyataan dari Max Weber untuk mendapatkan keadilan yang saya sebutkan diatas. Dan menurut saya, hukum Indonesia itu juga terlihat kaku dan tidak akan pernah bersifat humanis walau sudah ada bukti-bukti dan alasan yang tergolong positif, apapun itu. 

Ganja akan selalu ditolak dengan alasan tetap mengikuti aturan hukum yang ada. Walau bagaimanapun juga Undang-Undang adalah rajanya, Fidelis bisa saja punya alasan menggunakan ganja untuk medis, tapi tetap saja, pada intinya dia menggunakan ganja tersebut dan itu tetap melanggar Undang-Undang. Contoh lain saja kasus pencurian kayu dan sebatang coklat. Apakah mereka diberi keringanan hanya untuk hal-hal sepele seperti itu? Tentu saja tidak, mereka tetap disidang. Seorang hakim pasti tetap teguh pada aturan dan rasionalitas Undang-Undang bukan? Tidak ada kata-kata humanis untuk menjalankan hukum. Tidak ada.

Ini cuma opini saya iya readers, jika punya tanggapan silahkan bagikan di komentar.

Pengadilan Niaga Sebagai Lembaga Penyelesaian Perkara Kepailitan dan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual)

Heyya Fellas!! Ini adalah bahan materi presentasi gue nanti sore, makul Sistem Peradilan di Indonesia. Mari kita simak bersama-sama.. renungkan.. rasakan.. resapi.. hmm.. (well, gue tahu ini absurd)

Yap, Pengadilan Niaga adalah pengadilan khusus yang dibentuk dilingkungan peradilan umum yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memberi putusan terhadap perkara kepailitan dan Penundaan Kewajiban dan Pembayaran Utang (PKPU).

Lalu apa sih itu maksudnya kepailitan? Kepailitan adalah keadaan atau kondisi debitur/seseorang/badan hukum yang tidak mampu lagi membayar utangnya, yang seharusnya bisa ditagih pada waktu tertentu oleh kreditur. Bisa dikatakan perusahaan yang bangkrut.

Terus, Apa itu debitur? Apa itu kreditur?

Oke, debitur adalah pihak yang berhutang ke pihak lain (kreditur), menerima sesuatu dari kreditur  yang dijanjikan debitur untuk dibayar pada masa yang telah ditentukan. Pinjaman juga perlu jaminan dari pihak debitur. Intinya yaa, debitur itu yang ngutang, udah gitu aja.

Sedangkan kreditur itu adalah pihak (bisa perorangan, organisasi, perusahaan, maupun pemerintah) yang memiliki tagihan kepada pihak lain atas kontrak perjanjian. Intinya, kreditur itu yang ngasih utang (Sang Pemberi Pinjaman).

Oiya, pada awalnya Pengadilan Niaga ini emang hanya mengadili perkara kepailitan. Tapi, pada tahun 2001 Pengadilan Niaga ini lebih diperluas lagi, yakni berwenang untuk menangani sengketa-sengketa komersial seperti sengketa di bidang HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), seperti Hak Cipta, Merek, Desain Industri, Rahasia Dagang, dll.

Nah, Pengadilan Niaga di Indonesia yang pertama kali dibentuk adalah Pengadilan Niaga di Jakarta Pusat, di Indonesia ada 5 Pengadilan Niaga, yang lainnya ada di Surabaya, Medan, Makassar dan Semarang yang meliputi Provinsi wilayah Jateng dan DIY.

Pembentukan peradilan khusus ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kepailitan secara cepat dan efektif. Dan untuk proses persidangan Pengadilan Niaga ini juga dilakukan secara singkat dan tetap melalui proses jawab menjawab dalam bentuk replik dan duplik seperti pemeriksaan perkara dalam perdata. Pengadilan Niaga juga harus segera mengabulkan permohonan pailit apabila syarat terpenuhi. Syarat-syaratnya apa aja itu?

Saya akan jelaskan menurut Pasal 2 UU Nomor 37 Tahun 2004, syarat-syaratnya sebagai berikut.

  1. Debitur punya 2/lebih kreditor dan tidak membayar lunas, padahal sudah jatuh tempo (intinya gitu) dan itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga. Permohonan pernyataan pailit bisa dari pihak kreditur atau debitur itu sendiri.
  2. Selain itu, permohonan pernyataan pailit itu juga bisa diajukan oleh kejaksaan untuk kepentingan umum.
  3. Lalu, jika debiturnya itu bentuknya Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal.
  4. Dan jika debiturnya itu bentuknya seperti Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun atau BUMN, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Menteri Keuangan.

Jadi guys.. PESAN MORAL gue dari materi ini adalah JANGAN SUKA NGUTANG! hahahahahaa. Iya masa nanti pas presentasi gue bilang gitu, anak hukum tapi kok absurd banget kwkwk.

Well, sekian dulu dari saya untuk postingan kali ini, semoga hari-hari anda semua lancar dan menyenangkan, amin.. Wassalam. *wushhhhhh..*

TRANSFORMING PROBLEMS INTO PERFORMANCE

Problems

Source : Google

Heyho.. heyho.. I’m comebaccck…

Well, in this section I will talking about motivation, hmmm.. what is it?? The undertitled is “Transforming Problems Into Performance” , and the massive sorry if I make you so confused with this written because I wanna try something different on this my post, hehe.. just keep enjoy!

So, let’s get the point!

Well, we know that the problem is life’s title that’s always avoided by many people. People believe that it’s better if the problem is far from their life. Whereas, the purpose of human life’s to overcome or solve problem. And actually, we can take any lesson from the problems by changing it into performance.

  • The first performance is…… Energy frequency, what is it??

I mean here is high energy action. There’s not many people who are able to connect between the quality and quantity of life problem with the energy frequency. Imitating from energy concept in physics : “if there is a problem in life with low energy frequency and increased to high energy, then.. the human can life free from a problem”. So, when people get a problem, they will have strong energy to walk on life and problems will guide us to think critically and able to solve our problems.

  • And the second performance is try to be happy and keep smile. It’s common right?

When we get a problem don’t show the sad face, otherwise.. show the happy face, just feels like there isn’t problems on your life and  you’ll be fine, but I think it’s so difficult for me, wkwk. Look people who can solve their problem by keeping smile, happy and strong, they will get the amazing work’s result because they have strenght to walk on life.

  • And the last performance is use your hidden potential.

Dig your hidden potential guys.. use your talent and show it to the world if you can do. So, don’t let many problems make you give up and make your life is precarious, because you will never get the opportunity and helper.

“Where there is a will, there is a way”

Arika Khoiriya,

Semarang, 18/04/2017

Pro Kontra Legalisasi Ganja Untuk Medis, Terkait Kasus Fidelis Arie Sudarwoto 

Well, sekarang gue lagi tertarik-tertariknya dengan berita kasus penanaman ganja oleh Fidelis Arie Sudarwoto, yakni warga Sanggau, Kalimantan Barat yang ditangkap pada pertengahan Februari kemarin. Dia terbukti memiliki 39 batang ganja yang dia tanam di depan halaman rumahnya.

Berdasarkan berita yang gue baca, Fidelis Arie terpaksa menanam ganja dirumahnya buat pengobatan istrinya Yeni Riawati (Almh) yang mengidap penyakit Syringomyelia (kista di sumsum tulang belakang). Katanya sih, selama mengkonsumsi ganja, istrinya emang mengalami perkembangan positif gitu, tapi sebelum istrinya sembuh, tet tot.. doi udah keburu diambil polisi dan istrinyapun meninggal, karena selama 32 hari itu Fidelis sudah ditahan.

Lagian, berdasarkan hasil pemeriksaan, Fidelis sendiri nggak mengkonsumsi ganjanya kok, apalagi menjualnya. Hmmm.. Nah, gara-gara berita ini juga, gue jadi tahu kalo ganja itu ternyata bisa dijadiin obat lho. Apa??! Obat??! Itu kan narkoba?! Yaps.. buat keperluan medis. Kalo penasaran alasannya kenapa, baca ini deh Kandungan Ganja

Lhah.. di Amerika dan Inggris sendiri, ganja udah digunakan sebagai bahan industri medis, kalo di China dan Jepang, disana ganja digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik dan tekstil, gokiiil. Emang iya, kalo orang-orang sana tuh nggak main-main soal penelitian.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2014, dari pihak Yayasan Sativa Nusantara pernah mengajukan surat izin penelitian terhadap ganja kepada Kementerian Kesehatan. Tapiii hmm.. penelitian sampai sekarang belum dilakukan karena dari pihak Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) sampai sekarang belum membentuk tim peneliti. *apaan* 

Dari Menteri Kesehatan sendiri, Bu Nila F. Moeloek malah bilang kalo belum pernah mendengar bahwa kementrian yang ia pimpin memberikan izin untuk melakukan penelitian terhadap ganja sebagai obat, tapi mau di cek lagi gitu katanya. *ayo dong Bu menteri -_-* 

Dan dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) sendiri menyuruh publik untuk menengok UU narkotika kembali. BNN menyangkal terhadap pernyataan yang mengatakan bahwa istrinya Fidelis meninggal gara-gara tidak mendapatkan pengobatan dari ganja.

Yap, begitulah hukum Indonesia, hukum Indonesia akan selalu melihat ke depan dan tidak akan pernah melihat ke belakang. Hukum Indonesia akan selalu kaku, dan tidak akan pernah bersifat humanis walau sudah ada bukti-bukti nyata sekalipun. *Entahlah, tapi.. begitulah hukum*

Dan sekarang, ganja masih dijadikan dilema. Kalo di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris, ganja sudah terbukti bermanfaat buat medis, kenapa disini slow banget menentukan penelitiannya. Yah.. mau meneliti tapi dibatasi dengan regulasi. Dari kasus Fidelis ini, menurut gue, seakan-akan dia mau memberitahu kalo ganja itu ternyata mempunyai manfaat untuk medis, tapi.. iya begitulah, walau bagaimana pun juga, UU adalah rajanya, salah nggak salah, tetap ditahan.

Jadi, menurut pendapat kalian, apa kalian setuju jika ganja dilegalkan untuk kepentingan medis atau menolaknya dengan alasan tetap mengikuti aturan hukum yang ada???.

ICE BREAKING PADA SAAT PRESENTASI

Hai..haiii.. Dear all members of WordPress site, kali ini gue mou nge share tentang Ice Breaking lho. Karena kemarin gue sempet dibuat penasaran sama temen gue. Pasalnya, ketika temen gue itu mau maju presentasi, dia punya ide untuk nyuguhin Ice Breaking dalam presentasinya biar nggak kruik-kruik gitu katanya, dan bisa ngidupin suasana. Dan katanya siiih, Ice Breaking itu bisa melatih otak kanan kita.

So, apa siiih itu Ice Breaking?? Udah pada tahu belum?? Hayoo.. Es pecah atau gimana sih?? Sejenis minuman kah?? Wkwk parah deh paraaah.. salah semua booyy. 

Well.. intinya itu, Ice Breaking adalah semacam games atau permainan yang diciptakan untuk memecahkan suasana canggung dan penghilang rasa bosan dalam sebuah kegiatan yang tengah berlangsung. Mungkin karena itulah Ice Breaking diciptakan. Sebenarnya selama ini mungkin kita itu udah tahu praktik Ice Breaking, tapi mungkin baru tahu istilahnya sekarang kali iya. Biasanya sih yang kek gini tuh gue temuin pada seorang Public Speaker dan kata temen gue di kegiatan Pramuka juga ada Ice Breaking nya, tapi bodoamat lah gue nggak tahu, orang dulu kalo ada kegiatan pramuka gue bolos mulu, wkwk *adegan jangan di tiru*

Nah, kalo penasaran contoh-contoh permainan Ice Breaking itu kek gimana klik aja disini Games Ice Breaker

And then, pas temen gue cerita mau menyuguhkan Ice Breaking pada saat presentasi di salah satu mata kuliahnya itu akhirnya berhasil dan berlangsung seru! Dan tentunya nggak kruik-kruik. Hahaha.. sebuah ide yang cemerlang dari temen gue, karena selama ini di kelas gue, maupun di kelas-kelas jurusan lain di fakultas gue mungkin nggak ada yang kek gitu pada saat presentasi. Apa lain kali gue ngikutin trik ini aja kali iya biar temen-temen gue pada nggak ngantuk, tapi nanti takutnya dimarahin dosen karena waktunya nggak cukup, wkwk.

Indonesia

Atribut kontemporer

She Blogs

about living a life in the (not-so) foreign land in North America

Tukang Mengkhayal

Baru Belajar Menulis, Baru Bisa Melihat, Baru Dapat Membaca, Dan Baru Mencoba Mengerti Cinta

Arika Khoiriya

Catatan Mahasiswi Semester Empat

DiPtra

Hidup Minimalis . Minimalism . a journal

Bima Sakti Notes

Sharing knowledge and information

Lina Karlina

Jadilah diri sendiri yang lebih baik

It's me, Dang Feby

Mencoba berbagi, mencari dan mengeksplorasi

Catatan Kangsole

Tentang semua yang terlintas dan kenangan

The Way I Am

Live everyday as if it was your last

Galeri Puisi

selamat bertandang puan dan tuan, Selamat mengeja!

Kedai Pustaka

Berbagi Informasi Bebas Berguna

sikola cappa' kampong

kalau mereka tidak bisa kenapa kami tidak bisa, kalau mereka bisa kami harus bisa

Muhamad Nasir

Yakin Usaha Sampai..

imaniashl

Sharing simple ideas

Bang Ical

bukan siapa-siapa.

izzunamaliya

belajar bersajak

Gita's note

Banyak bicara tanpa suara ~