A Great Day; Workshop Citizen Journalist Academy

Citizen Jounalist Academy

Saat berlangsungnya acara sesi pertama Citizen Journalist Academy di Gedung Balaikota Semarang

Semarang, 03/08/2017 – Acara yang dipersembahkan oleh Indosiar, liputan6.com dan Pertamina ini telah menarik perhatian ratusan mahasiswa dan pelajar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Well, kenapa tidak? Karena acara ini cukup bergengsi untuk kalangan yang ingin terjun di dunia jurnalis, seperti wartawan, reporter, kameramen dan presenter. 

Well, pada hari itu gue hanya mengikuti workshopnya saja karena tidak tertarik untuk mengikuti audisi, lebih tepatnya sadar diri atas kemampuan, tapi dari dulu gue memang sudah penasaran tentang dunia jurnalis dan media sih. Yah, itung-itung nambah pengalaman dan wawasan, bersyukur sekali bisa mengikuti workshop tersebut langsung dari para presenter Indosiar. Audisi itu sendiri dilaksanakan di 3 kota, yakni Jakarta, Semarang dan Balikpapan. Pada masing-masing kota hanya membutuhkan 30 finalis untuk siap di adu di Jakarta. 

Ketika gue bertanya pada temen gue yang berasal dari UNDIP perihal kenapa iya mereka hanya memilih 3 kota itu, kemudian dia beralasan bahwa memilih Jakarta itu ya harus sudah pasti lah, kalau Semarang mungkin letaknya ditengah-tengah, jadi lebih mudah untuk di jangkau, dan yang terakhir memilih Balikpapan mungkin karena disitulah tempatnya Pertamina. Yahhh, anggap saja jawaban ini lumayan logis yak.

Acara inipun dilaksanakan dengan 3 sesi. Sesi pertama adalah Journalism and Media Class, yakni mengenai bagaimana sih caranya bisa menghasilkan news media content yang kreatif, sesi ini disampaikan langsung oleh para presenter Indosiar. 

Sesi kedua adalah Creative Energy Class, yakni bagaimana sih caranya melakukan tindakan energi kreatif yang bermanfaat untuk negeri. Sesi ini disampaikan langsung oleh M. Alfatih Timur (CEO dan CO Founder KitaBisa.com) dan Aditya Wira Santika (Investor Relations Pertamina).

Dan sesi ketiga adalah Career Class, yakni bagaimana sih caranya memulai karir di dunia industri media yang mana menurut gue ini adalah sesi yang paling penting dan bikin penasaran. Di sampaikan langsung oleh Desita Tambunan (HR Talent Acquisition SCTV & Indosiar) dan Ryan Wiedaryanto (News Manager Presenter & Creative Presentation Indosiar).

Well, mungkin hanya itu yang bisa gue sharing kali ini yak, sepertinya tahun depan acara ini akan dilaksanakan kembali, cocok banget nih buat yang bener-bener ingin terjun di dunia jurnalis.

Cerita Konyol Tentang Ormas Yang Sudah Di Bubarkan

Well, kali ini gue mau menceritakan pengalaman geblek gue tentang ormas yang sudah dibubarkan atau sebut saja HTI. 

Kejadian ini kalau tidak salah pas gue masih semester tiga kemarin. Yang kuingat pokoknya gue perginya pas hari Minggu, soal bulan dan tanggalnya gue lupa.

Well, beberapa hari sebelum kejadian itu ketika gue sedang asyik berjalan pulang menuju kos yang tepatnya berada di depan kampus (tapi sekarang gue sudah pindah) gue bertemu dengan salah satu teman organisasi gue, anak fakultas sebelah. Awalnya cuma niat nyapa-nyapa doang sih, eh tapi kok pas gue perhatiin bener-bener dia sibuk nyebarin pamflet acara Kongres Mahasiswi Islam gitu. Dan gue termasuk yang menjadi korban sasarannya.

D : “Mbak ikut acara ini yak di U****”.

A : “Hah, acara apaan ini dek”.

D : “Acara Kongres Mahasiswi Islam, nanti mbak hubungin aku aja deh, kalo mbak jadi besok kita berangkat bareng”.

A : “Oke deh, duluan yak”

Nah, berhubung weekend kali itu gue nganggur plus ditinggal pergi acara makrab sama teman sekamar. Tiba-tiba gue penasaran lagi sama pamflet yang diberikan teman gue. Pun di dukung dengan rasa penasaran kampus U**** itu seperti apa, jadi malam Minggu itu juga gue memutuskan untuk ikut.

Gue sebenarnya juga nggak tahu sih itu acara seperti apa, ya pokoknya Kongres Mahasiswi Islam gitu deh, gue nggak mau kebanyakan mikir apalagi merenung. Niat gue cuma mau maen ke U****, udah gitu aja. Soal acara itu mah gue rada bodoamat.

Alhasil, kita berangkat berempat, yang pasti salah satunya adalah teman gue yang sudah nyebarin pamflet. Well, setelah sampai di U****, baru mau masuk gedungnya aja perasaan gue pada saat itu sudah mulai merasa nggak enak. Dalam hati gue timbul berbagai pertanyaan kok gini iya, kok gitu iya. Shit!! Semoga gue nggak salah acara!

Sampai di titik pertengahan acarapun gue baru bener-bener yakin kalo gue emang salah masuk acara! Awalnya gue santai aja, tapi pas gue perhatiin busananya kok pada gede-gede gini yak, panjang-panjang bener dah. Lha gue yang tipe casual dan nggak muslimah-muslimah amat jujur itu bikin gue nggak nyaman.

Awalnya gue juga santai aja, tapi pas lihat pembukaan acara yang kayak parade mutar-muter sambil megangin bendera hitam bertuliskan “laailahaillallah” yang menurut gue itu serem banget. Gue jadi mulai ilfeel sama forum tersebut.

Awalnya gue juga santai aja, tapi setelah melihat video yang ditayangin di LCD, gue langsung sadar kalau itu sudah mulai beraroma radikal. Awalnya gue juga santai aja, tetapi setelah gue cari tahu tentang Hizbut Tahrir Indonesia itu apaan, GUE BARU TAHU KALO TERNYATA GUE MASUK FORUM RADIKAL! GUE SALAH MASUK ACARA BEGOKK!!

Bener-bener vekok, gue bener-bener speechless pada saat itu, kenapa gue nggak tanya dulu sih sama temen gue yang ngerti kek ginian, ini acara apaan, tapi ya mana gue tahu yak, orang niatnya cuma maen ke U****. Bah, savage bener dah!

Terus gue mencoba bertanya ke salah satu teman gue tadi, dan ternyata DIA JUGA NGGAK TAHU HTI TU APA!!! Begok semua dah. Tapi gue yakin, dua temen gue yang lain itu pasti udah paham acara apa itu, dan apa HTI itu, tapi pada saat itu gue berpura-pura tetap baik-baik aja, gue berusaha tetap tenang dan diem aja, gue harus menahan situasi kamvret itu sampai acara selesai.

Yang jelas, kejadian konyol itu gue jadikan pengalaman berharga, karena acara itu juga gue jadi tahu HTI itu apa. Jadi tahu ormas-ormas yang radikal itu yang mana aja, lumayan buat nambah pengetahuan tentang radikalisme. BIAR NGGAK SALAH MASUK FORUM LAGI!!

Dan dari kekonyolan itu juga, gue masih nggak nyangka gue bisa sebegok itu. Pas gue ceritain kejadian itu ke temen gue di perpus, dia tiba-tiba nyodorin buku tentang radikalisme buat ngeyakinin gue, dan emang bener HTI adalah salah satunya. Gue semakin merasa tambah begoook. Kenapa gue bisa nggak tahu sih hal-hal seperti ini, atau mungkin gue terlalu asik memikirkan teknik menggambar yang bener itu seperti apa, sampe gue nggak tahu apa itu HTI. Ah, yang jelas itu pengalaman dan juga pelajaran bagi gue. BIAR NGGAK BEGO.

Kehilangan Rockstar Dunia; RIP Chester Bennington

RIP Chester BanningtonSumber : twitter.com
Pada hari ini juga aku dikejutkan dengan berita heboh meninggalnya Chester Bennington, vokalis band Linkin Park, band rock legendaris. Lagi-lagi dunia jagad permusikan kehilangan frontman terbaik. Sungguh memilukan, lagu-lagu Linkin Park adalah lagu yang menemaniku sejak SD sampai sekarang. Pilunya lagi, dia meninggal karena gantung diri tepat pada ulang tahun sahabatnya Chris Cornell yang sudah meninggal terlebih dahulu pada tanggal 17 Mei 2017 kemarin. Pilu. Mereka meninggal dengan cara yang sama.

Menurut yang dicantum oleh majalah Hai Magazine, penyebab si Chester meninggal ini karena dia sudah tidak kuat lagi melawan ketergantungan narkoba dan alkohol. Pun mungkin punya masalah-masalah lainnya yang membuatnya depresi. Hah.. jadi inget kasus kematian Kurt Cobain, frontman Nirvana.

Sebenarnya aku sudah tidak kaget kenapa kebanyakan para Rockstar itu selalu mendadak mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, itu sudah menjadi teka-teki dari dulu. TAPI YA KENAPA HARUS TERJADI DI CHESTER BENNINGTON JUGA?!! Padahal Linkin Park baru saja mengunggah video lagunya yang terbaru berjudul “Talking to My Self” beberapa saat sebelum si Chester meninggal. Memang benar-benar pilu. Semua seperti sudah direncanakan.

Ah, yang jelas lagumu dari dulu sampai sekarang masih tetap asyik kunikmati. Rest in Peace, Legend.

“Si Juki”, Salah Satu Komik Indonesia Yang Harus Kamu Tahu!

Komik si Juki

Sumber gambar : google

Berawal dari kegemarannya membaca komik dari SD, Faza Ibnu Ubaydillah atau yang lebih sering disapa dengan Faza Meonk ini terpengaruh untuk menciptakan komik. Demi keseriusannya dalam dunia komik, jebolan SMK jurusan animasi ini juga melanjutkan kuliahnya dengan mengambil jurusan yang masih berkaitan dengan komik lho. (Baca: Sosok di Balik Sukses si Juki)

Adalah “Si Juki” karakter fiksi lokal yang berhasil ia ciptakan yang terkenal dengan kelakuannya yang antimainstream, absurd, geblek dan nyeleneh ini selalu berhasil membuat para readers ngakak sepanjang hari (termasuk saya). Sentuhan gaya slewengan dan kritik sosial yang funny inilah yang katanya menjadi tujuan dari komikus itu sendiri untuk menyampaikan opini isu-isu sosial lewat kreasi gambar (komik) kepada publik. (Baca : Isi Komik si Juki)

So, kalau memang karya dari tanah air kita sendiri saja sudah menarik, why not? Ajari anak muda lainnya untuk menyukai karya anak bangsa guys. Well, paling tidak itu bisa mengurangi kegelisahan terhadap perkembangan karakter lokal yang di anggap kurang populer kan. Dan si Juki inilah menurut saya salah satu contoh karya komik Indonesia yang patut dikembangkan dan patut di jadikan inspirasi. Salam kreatif.

Nih, Pak Jokowi aja baca lho! Wkwk

Pak Jokowi baca komik si Juki

Sumber gambar : Twitter/@JukiHoki

Gania, Vokalis Jebolan Band Indie

Gania Alianda

Source : instagram/ganialianda

Yo! Kali ini saya mau membahas tentang siapa sih Gania? Siapa yak? Karena banyak juga temen yang nanya perihal status-status di beberapa akun saya yang menyebut kata ‘Gania’ melulu, siapa sih memang, layaknya misteri. Bah. (Makanya hidup jangan hanya mantengin kitab kuning sama buku mulu, kan jadi nggak tahuan!! *Lho?). Maaf iya, sepertinya artikel ini memang tidak terlalu penting untuk dibaca oleh kalangan akademisi apalagi pemerintah.

Just have fun!

Yaps, Gania Alianda. Dia adalah seorang vokalis band indie asal Bandung ‘Billfold’ yang bergenre hardcore (kalau tidak salah yak). Sebenarnya menurutku suaranya Gania ini biasa saja, menang stylenya doang menurutku (maafkan aku mbak Gania). Yea paling suka ketika gania nyanyi lagunya yang akustik. Lagian aku juga tidak terlalu ngefans sama bandnya. *Lahh terus 😲 karena apa iya, entahlah.

She’s Lady Rocker.

Ketika pertama kali lihat Gania, ini cewek keren banget tidak seperti cewek-cewek lainnya yang it’s so menye-menye. Entahlah, baru kali itu aku menemukan wanita yang seperti itu. Beda dengan yang lain. So inspire lah intinya. Selain sibuk dengan dunia musik manggung sana-sini dia juga seorang usahawan muda dengan mendirikan sebuah butik. Hasil produknya sekilas ketika saya perhatikan di akun resmi instagramnya sudah sampai luar negeri. Menurut saya dia orang yang kreatif, karena dulu dia lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual (Desain Grafis), jurusan yang dulu saya ingin masuki 😭

Pernah suatu ketika saya mendapat kabar jika Billfold akhirnya konser ke Semarang, APAA??!! Iyaa kalau tidak salah itu pas semester tiga kemarin. Saya jerit-jerit histeris di depan teman saya, Puspita.

Alhasil.

AKU NGGAK JADI NONTON, DAN NGGAK KETEMU MBAK GANIA!😭 Beneran, padahal itu kesempatan saya untuk bertemu dengan Gania. Hadeh tehhh semoga kita bisa bertemu lain waktu entah kapan dan dimana itu yak. Amin.

Yaudah Selamat malam 😭


Band Australia ini Vokalisnya Berasal dari Indonesia lho! Mau tahu?

The Temper Trap

Vokalisnya yang pake knit cap warna orange

Dougy Mandagi, begitulah nama vokalis sekaligus gitaris sebuah band bergenre alternative rock yang berasal dari Australia, The Temper Trap.
Sebagai front man dari band The Temper Trap, si Dougy ini ternyata berasal dari Manado lho, yaps setelah merantau kesana-kemari dengan latar belakang cerita masa kecil yang it’s so ngalur-ngidul, dengan beberapa keluarganya akhirnya iapun menetap di Melbourne, Australia. Asik.

Si Dougy ini dulunya suka sekali menggambar lho, sampai ketika dulu ingin kuliah dan mengambil jurusan seni di Australia. Tetapi sepertinya dia belum beruntung karena tidak berhasil lolos masuk jurusan seni yang diinginkannya.

Karena gagal kuliah di jurusan seni, iapun memutuskan untuk menekuni bidang musik. And then, bertemulah dia dengan Jonathon (bass), Toby (drums), dan Lorenzo (kek nama pembalap gitu iya; guitar), dari pertemuan itulah terciptanya sebuah band bernama “The Temper Trap”.

Awalnya hanya manggung kecil-kecilan di acara-acara gigs di seluruh kota, sampai pada akhirnya mereka bertemu dengan produser legendaris Jim Abiss yang bersedia mengurus album pertama mereka “Conditions”. Produser ini juga yang sempat melambungkan nama band Arctic Monkeys dan The Kasabian. Untuk melejitkan karya album mereka selanjutnya si Dougy dan kawan-kawanpun pindah dari Australia ke Inggris.

Tuh, nggak kebayang kan seberapa fasihnya si Dougy dalam berbahasa Inggris, british pula. Sampai mungkin dia pasti lupa bahasa Induknya sendiri jajajaja. Yagitudeh kalo udah hidup di beda negara dan budaya.

Aku sendiri tahu lagu band ini yang berjudul “Sweet Disposition” ketika nggak sengaja ndengerin jingle iklan sebuah brand mobil ternama Indonesia beberapa tahun yang lalu, jajajaja.

Pas pertama kali liat iklan mobil TY (maaf, nama disamarkan) 

“Hmm? LAGUNYA SIAPA NIH,”. 

Dulu juga sempat aku nobatkan kalau iklan mobil T***** Y**** ini adalah iklan favorit gue, jajajaja. Sungguh bego nggak penting!

Jaaaaa ketahuan deh kalo ternyata searching lagu-lagu dari soundtrack iklan.

It’s OK, gini-gini juga ngerti musik dikit lah, karena dulu juga pernah main Marching Band, megang perkusi jajajaja. Tapi sekarang itupun hanya kenangan, hanya bisa melihat stick warna hijau yang dulu sering aku pakai untuk latihan. Duh, jadi rindu main lagi, wah gimana ini aku jadi merasa nostalgia gini, duh gimana nih, ah semua ini gara-gara Temper Trap sih! (Lho?)

Udahlah, nih, aku kasih bonus image.

The Temper Trap

Picture by Google

BUKAN HANYA RAKYAT KECIL, PEJABATPUN BISA JADI KORBAN

Ada rasa sensitif memang ketika kita berbicara mengenai rakyat kecil dan hukum, kenapa masalah-masalah yang sepele harus diurus. Bagi mereka para penegak hukum mungkin berpikiran, apa yang salah? Itu sudah menjadi tugas kami. Bayangkan saja jika kalian berada di posisi seorang hakim, apa harus mereka membuat keputusan sendiri seperti perspektif masyarakat dan mengedepankan opini-opini mereka mengenai penegakan keadilan hukum terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh rakyat kecil yang dianggap kurang relevan? Tentu saja itu tidak mungkin. Seperti yang kita ketahui, hukum itu sangat rasional dan hanya akan mengikuti aturan formal, tidak akan bersifat humanis apalagi urusan hati nurani. Apapun alasannya, sekecil apapun bentuk dan tindakannya, jika itu sudah menyentuh Undang-Undang sudah tidak ada lagi harapan.

Hukum juga seperti sudah menjadi korban labeling dari masyarakat dengan julukan “tumpul ke atas dan tajam ke bawah”. Oleh karena itu, hukum selalu terkesan negatif di mata kita. Coba kita flashback sebentar dari kasus yang sudah-sudah, seperti kasus nenek Minah yang pernah sangat viral di media, beliau di vonis 1,5 tahun hanya karena mencuri tiga buah kakao yang harganya tidak lebih dari Rp. 10.000. lebih lucunya lagi kasus tentang pencurian sandal jepit yang di lakukan oleh pelajar umur 15 tahun, di Palu, Sulawesi Tengah. Bayangkan, hanya karena sandal jepit, dia di vonis bersalah dan sempat terancam kurungan maksimal lima tahun penjara. Tapi akhirnya dia di bebaskan dari hukuman dan di kembalikan kepada orang tuanya.

Entah apa yang sebenarnya di pikirkan oleh sang pelapor, sehingga masalah sepele itupun harus diurus. Apa mereka terpaksa mengada-ada kasus agar para penegak hukum dapat bekerja, karena jika tidak ada kasus, apa yang mesti mereka kerjakan, ini pun juga hanya perspektif mengada-ada dari saya. Sebenarnya jika saja sang pelapor tidak melaporkan tindak pidana yang dilakukan oleh rakyat kecil itu dan menggunakan sistem kekeluargaan atau cara damai semua masalah sepele itupun akan cepat selesai, tidak ada complain apalagi protes. Kecuali jika pelaku melakukan tindakan pidana tersebut secara terus-menerus dan mulai meresahkan masyarakat lebih baik itu dilaporkan.

Di sisi lain, rakyat kecil yang melakukan perbuatan itu bisa jadi karena faktor keterpaksaan untuk mencari nafkah atau menyambung hidup serta ketidaktahuan bahwa perbuatan tersebut termasuk tindak pidana. Hal itu sungguh memilukan, maka dari itu perlulah diadakannya pendidikan publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kasus-kasus kecil seperti itu. Dan untuk masalah pencurian sandal jepit, di sisi lain jika masyarakat terus memberikan protes di khawatirkan masyarakat secara tidak sadar mendukung pencurian yang dilakukan rakyat kecil tersebut untuk selalu dibebaskan yang mana dapat membangun generasi anak bangsa melakukan perbuatan mencuri dan itu tidak baik dalam budaya dan penegakan hukum di Indonesia.

Maka dari itu, perlulah reformasi hukum seperti penataan kembali struktur dan lembaga-lembaga hukum yang ada termasuk sumber daya manusianya yang berkualitas, perumusan kembali hukum yang berkeadilan, peningkatan penegakan hukum dengan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hukum, pengikutsertaan rakyat dalam penegakan hukum, pendidikan publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hukum dan penerapan konsep Good Governance. (Baca : Contoh Kasus Hukum di Indonesia Beserta Analisisnya)

Tetapi menurut saya strategi simpel yang sangat mudah dilakukan untuk penegakan keadilan hukum dalam perspektif sosiologi itupun sepele juga sebenarnya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, apa susahnya jika pelapor tersebut atau pihak yang mempunyai hak milik perkebunan kakao dan sandal jepit tersebut untuk mengadakan sistem perdamaian atau kekeluargaan, yakni dengan penyelesaian masalah tindakan pidana kecil seperti itu untuk tidak perlu di ekspos hingga tuntutan pengadilan terutama sampai menyebar pada media massa, sesimpel dan semudah itu saja, masalah sepele itu akan selesai. Tapi itupun membutuhkan kesadaran akan humanisme pada diri masing-masing. Dan jika memang rakyat kecil seperti itu tidak tahu-menahu soal hukum, apalagi jika tidak tahu bentuk tindakan pidana itu seperti apa, maka strategi yang tepat ialah mengadakan pendidikan publik kepada masyarakat tentang hukum untuk meminimalisir tindakan pidana kecil.

Sebenarnya bukan hanya masalah rakyat kecil saja yang biasa menjadi korban. Jika kita telaah, pejabatpun juga bisa menjadi korban dari hukum yang direkayasa, apalagi jika motif utama karena persaingan yang entah apa tujuannya. Dari kasus Antasari Azhar misalnya, yang di duga terlibat atas kasus terbunuhnya almarhum Nasrudin Zulkarnaen. Saya memang tidak mengetahui secara spesifik perihal alur kasus ini, dan saya juga tidak ingin menyudut kepada siapa atau siapa, tetapi ketika saya membaca sebuah buku dari Tofik Pram yang berjudul “Antasari Azhar, Saya di Korbankan” itupun sempat membuat saya tercengang tentang dunia hukum, selucu itukah hukum di buatnya, hukum yang seharusnya rasional tetapi di buat seperti panggung teater.

Kasus di rekayasa, tersusun dan terencana sangat rapi, dan banyak kepalsuan dalam proses upaya penegakan hukum hanya karena untuk kepentingan penguasa tertentu, hukum seakan-akan dijadikan alat untuk mengkriminalisasi dan membunuh karakter orang lain. Sekali lagi, tidak bermaksud untuk berpihak pada ini atau itu, saya hanya tercengang perihal kasus yang ternyata bisa direkayasa dan terencana dan serapi seperti itu, tetapi serapi-rapinya dan sepintar-pintarnya rekayasa tersebut pasti kejanggalannya akan tetap terlihat. Membaca kasus Antasari ini sungguh membuat saya seperti membaca komik Conan. Wkwk.

NB : Well, yang lebih tahu tentang hukum mungkin tulisan ini bisa dikoreksi.

Life - Science - Islam

Mengasah mata hati dengan segala kerendahan

Kemarin Sore

Dekati Penciptanya Baru Dekati Ciptaannya

CatherineAry

whatever you are, be a good one

[ DIARY NETIZEN ]

Smart think

Erna Blog's

Art is My Life

BatopieBlog

Ngeblog dengan Secangkir Susu Kopi

Insyirahsyah Habibie

a way - a note - a learn

PULAU SERIBU :: WISATA KEPULAUAN SERIBU

Wisata Kepulauan Seribu - Daftar Lengkap Paket Harga Promo Wisata Pulau Seribu Jakarta. Untuk informasi lengkap, segera hubungi kami. +628561465377 / 087780558037. Paket Meeting | Paket Outing | Paket Outbound | Paket Family Gathering.

#saungtintajalanan

memaknai goresan makna asam basa kehidupan

wanitaperindupagi

serangkaian kata yang memiliki makna

Catatan Busuk

Biarkan tulisanku dalam kesendirian. Lalu membusuk dalam kesempurnaan.

Joy of Life

"Enjoy Life. This is not a dress rehearsal."

Gusti 'ajo' Ramli

Segenggam garam terasa asin, jika berton-ton akan terasa manis.

Susleni

Menelusuri jalanan dengan perlahan

idanursilawati

Setiap langit berhak memilih bintangnya masing masing

Coretan Kecilku

Whatever you are, be a good one

Hey "Ode"

"Memacalah, agar hidup mu lebih bermakna"

Suara Pikiranku

Belajar Menulis