First Sketchwalk di Kota Lama Semarang

Menggambar

Sketsanya masih jelek dan nggak mirip wkwk

Hola guys! Masih dengan dunia seni, kali ini gue mau pamer hobi baru gue (*bosen lah kalo mbahas hand lettering terus, wkwk). Yaps, kemanapun gue pergi hobi gue adalah merhatiin dan motoin bangunan, emang kelihatannya nggak penting sih tapi seperti itulah kenyataannya. Dan pada tanggal 13 Februari kemarin gue sempetin maen ke Kota Lama Semarang sama temen gue, awalnya tujuan kita itu ke Semarang Art Gallery, tapi ternyata..ZONK!!! Tutup! *shit -__-

Baca juga : Semarang Contemporary Art Gallery

Lalu tiba-tiba gue punya ide buat maen sketchwalk aja kali iya, anyway udah pada paham istilah sketchwalk nggak sih? Intinya itu, kita menggambar atau menyeketsa langsung di tempat lokasi. Entah itu nggambar bangunan, orang, pemandangan, atau objek lainnya, gue pribadi sih lebih suka nggambar bangunan, karena gue nggak bisa nggambar yang bernyawa, seperti : orang dan hewan. 

Nah, tapi sayangnya pada saat itu juga gue lupa bawa sketchbook dan drawing pen kesayangan gueeeeh, hueeh DAMN!! Alhasil, gue pake notebook kecil gitu ama bolpoin biasa! *iyuh, wkwk. Yaudah dengan bodoamat gue langsung mulai nggambar itu bangunan Gereja Blenduk yang merupakan salah satu icon nya Kota Semarang, dan loe bisa liat sendiri kan guys, hasilnya jelek banget wkwk, gagal! Anyhow, itu adalah pengalaman pertama gue sketchwalk, dan kegiatan unik ini bakal gue lakuin for destinations selanjutnya. Semoga nggak lupa bawa drawing pen lagi, wkwk.

Awalnya pun hasil first sketchwalk ini mau gue mau pamerin ke akun Instagram gue, tapi berhubung gue punya temen anak arsitektur gue urungin lah! ntar gue di hujat abis-abisan lagi.

“Arika..!! Itu titik lenyap nya salah! Loe nggambar pake basic perspektif yang mana?! Garis batas nya juga salah!” 

Zehaha, ampun lah, nggak mau di gituin.. gue cuma niat nggambar doang euy! And buat perjalanan selanjutnya gue bakal pamerin sketchwalk gue yang keduah!! Semoga tambah bagus. Alright, see you!

PINDAH

Arabic english

Source : google

Setelah resmi lulus dari asrama tahun lalu, saya memang sudah memantapkan untuk memilih kos saja, tidak akan memilih asrama lagi. Pikiran saya pada saat itu masih cetek, pokoknya yang penting ndang cepet keluar, ndang bebas. Maklum, pengalaman pertama kali mondok dan itu adalah salah satu kalimat obsesi dari seorang santri (*abal-abal) yang merasa tersiksa. Tapi bukan, mungkin lebih ke resiko dengan pilihan.

Semester 3, akhirnya saya berubah menjadi anak kos, ada teman yang menyayangkan saya karena memilih ngekos, ada juga yang biasa saja menanggapinya.

Temen : “Arika, kamu sekarang dimana, mondok lagi?”

Aku : “Nggak, aku ngekos ik, didepan kampus.”

Temen : “Yah.. kenapa nggak mondok lagi aja yang ada program bahasanya, eman-eman lho.” (*Yailah perhatian banget sik)

Aku : “Entahlah, ntar aku pikir-pikir lagi, hehe..” (dalem hati : ya soalnya aku pengen merasakan bebas)

Saya menjalani hari-hari dengan biasa, kosnya juga sangat nyaman, dekat kampus and of course Pak Kos yang ramah lingkungan (*telat bayar bulanan pun tidak ditagih, wkwk). Tetapi semakin kesini dan semakin kesana (lho?) Saya mulai merasa jenuh, kenapa? Tidak ada kegiatan!

Ya walaupun saya sudah berusaha aktif mengikuti komunitas ‘English Club’ untuk menunjang bahasa Inggrisku tapi itupun masih terasa jenuh. Tidak seperti kehidupan asramaku dulu, mulai dari kegiatan speech atau khitobah (*kegiatan ini yang paling bikin dag dig dug jeder oleh kebanyakan para santri, kenapa tidak? Kegiatan ini ibarat antara usaha penyeimbangan kekuatan hafalan, penguasaan materi pidato, dan pengumpulan mental untuk berbicara didepan banyak orang. Dulu malah sempat ada senior yang bela-belain sampai ke lantai lima hanya untuk menghafal speech, wkwk.. biar konsentrasinya super duper kali iya, kalau saya mah cukup praktik di depan kaca sambil menghafal dijauh-jauh hari itu sudah cukup). Lalu.. lanjut lagi di koyak-koyak otaknya dengan kegiatan conversation atau muhadatsah.

Yap, kegiatannya memang sangat padat, ketat dan teratur, belum lagi malamnya ngaji kitab kuning sampai jam 22.00 dan kuliah malam setiap hari Senin dan Selasa yang hanya bikin nambah ngantuk. Untuk berbicara sehari-hari disanapun hanya boleh menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab, tidak boleh menggunakan bahasa Indonesia apalagi bahasa Jawa. Pokoknya serba intelektualitas!

Dan jika aku renungkan, aku juga sangat menyadari bahwa semua pengalaman dan ilmu bahasa yang aku dapatkan dari sana sangat bermanfaat untuk penunjang kuliah, terutamanya untuk bekal pengejaran skor TOEFL dan IMKA , tapi aku masih cetek lah untuk hal ini. Di mata kuliah pun juga begitu, saya merasakan manfaatnya, karena beberapa dosen ada yang menerapkan bahasa. Contoh saja dosen saya yang satu ini.

“Baik, sistem kontrak belajar saya mungkin agak berbeda dengan dosen-dosen lainnya. Khusus untuk mata kuliah saya ini kalian harus presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab…  ‘My Class is full English and Arabic only…….”  No Java, No Indonesia!

“Weeeeehhh.. wa we wa we” Sontak kelaspun menjadi rame 😂😂😂”

“Apa pak??! lha yang tidak bisa bahasa gimana pak??”

“Tidak ada alasan untuk tidak bisa, mata kuliah saya ini hanya sekali dalam seminggu, kalian ada waktu 6 hari untuk menerjemahkan buku yang sudah tadi saya tetapkan, kalian harus bertanggung jawab memahami isi, bukan hanya menerjemahkan dan menyampaikan didepan teman-teman kalian.” 

Dan pada liburan semester 3 kali ini saya mencoba berpikir-pikir lagi. Ada seorang teman saya yang menawarkan untuk daftar di asramanya lewat jalur reguler, aku juga tau pondok itu ada program bahasanya. Hmm seolah-olah inilah jawaban dari kebimbanganku selama ini (*ceilah). Lalu aku mencoba bertanya pada Ibuku.

“Bu, gimana kalo aku daftar mondok lagi? Hehe”

“Oh, nggak apa-apa, daftar aja nduk, justru itu malah bagus. Tapi apa kamu yakin? Dulu saja kamu ngotot pengen ndang cepet keluar dari asrama karena nggak krasan, tapi kenapa sekarang pengen mondok lagi?”

“Hehe.. (*malah nyengar-nyengir) bosen ngekos Bu.. anakmu butuh sentuhan rohani 😂😂😂”

Yap, dan tepat pada hari ini akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti seleksi penerimaan santri, tes nya ada 3 tahap, yang pertama tes tulis bahasa Inggris dan Arab, bagian ini adalah tes yang menurut saya paling menjengkelkan. Dan gara-gara tes ini pula saya berhasil menyimpulkan tipe-tipe anak yang menguasai bahasa Inggris, yakni ada 3 macam : 

1. Anak yang jago grammar, tenses, dan speaking nya oke. Semuanya dikuasai. Bahasa Jawane : emang wes terah pinter.

2. Anak yang jago/peduli grammar dan tenses tapi speaking nya mlempeemm. Mental ngomongnya kurang. Lhaahh aku ada nih teman yang seperti ini, dia tenses nya oke, tapi kalau giliran di suruh ngomong, yaahhh langsung kikuk katanya, wkwk.

3. Anak yang nggak peduli grammar dan tenses dengan prinsip pokoknya yang penting speaking! (“Lhaaah ini gue nih, wkwk). Pokoknya yang penting ngomong dulu, lumayan buat ngasah vocabulary. Tapi ya tetep merhatiin struktur kalimatnya juga biar pada paham, kalau perlu tulis dulu aja dikertas, baru diomongin. It’s prepare. Soal grammar dan tenses, bodoamat! Wkwk.

Lalu sesi kedua adalah tahap interview. Aku kira ini sesi yang paling menegangkan, tetapi ternyata biasa saja, hanya ditanya Jurusanmu apa? Punya pengalaman? motivasi kenapa ingin masuk pondok ini apa? Dan bla bla ble ble lainnya. Setelah itu lalu disusul sesi terakhir yakni tes mengaji. Sebelum balik akupun mencoba tanya ini itu tentang peraturan di pondok itu, yaa tidak jauh beda dengan yang dulu, tapi yang ini lebih luwes, tidak terlalu ketat.

4 Hal Dari Perempuan Yang Paling Tidak Saya Sukai


Perempuan

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena segala rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa diberikan pencerahan untuk menciptakan tulisan ini. Kedua… (Kelamaan!!!)

Alright..! Kali ini saya mau membahas apa siiih 4 hal dari cewek yang sangat aku nggak sukai. Hmm merasa aneh?? Yap, karena saya juga seorang cewek tapi kenapa saya berani-beraninya membuat judul seperti ini, seolah-olah saya menentang spesies saya sendiri, Wallahua’lam.. wekwekwek. 

Tapi sebelumnya saya memohon maaf sekecil-kecilnya wahai PENGGALAU WORDPRESS.. karena tulisan saya itu selalu acak adul. Saya juga mau berbicara serius dan baku, tapi sayangnya itu bukanlah diri saya, dan saya masih suka menulis seperti ini. “Be Your Self, Enjoy Your Life”. Semoga saya diberikan hidayah secepatnya!

Langsung saja lah!

Apa tadi iya, lupa O.O

Oiya!!!

1. NGGOSIPNYA SAMPAI FITNAH

Yap! Yang pertama ini adalah nggosip wahai brader-brader and sista-sista, sudah biasa lah iya, gerombol-gerombol sambil ngepoin orang gitu lho, bikin saya gemes.. cewek itu suka nebak-nebak tapi nggak mau tahu kebenarannya, itu mungkin harus belajar bahasa Indonesia lagi deh, bagaimana membedakan kalimat opini dan fakta, wkwkwk.. terus apalagi liat tetangga-tetangga kalo udah ngumpul, bikin gemes.. Wehehe. Saya sendiri tipikal orang cuek bewek, whatever banget (menurut penelitian teman saya) saya juga kadang banyak thinking daripada speaking, wkwkwk pret pret pret.. Yaa conditional aja lah iya, kalo lagi ngumpul seru iya ngomong seru dan bercanda aja, yang penting nggak usah sampai nggunjing orang gitu lho, nggak penting pula. Ntar pahala kita pindah ke orang yang sedang diomongin, wkwk

2. MENORNYA SEPERTI SYAHRINI

Yeah,, aku ulangin lagi, M E N O R.. (gaya bisik) Yap, saya rada illfeel, bukan illfeel lagi sih tapi tambah takut kalo nemu yang ginian, wkwk.. hey!! Dunia ini bukan milik Syahrini! And.. kalo kalian baca postingan saya sebelumnya yang judulnya Hikmah Nemenin Teman Kursus Make-Up, pasti bakal tahu lah alasannya kenapa saya nggak suka sistem menorisme ini, melihat hal yang berbau feminim aja udah males, wkwk. Dari dulu saya memang tergolong agak maskulin, ya nggak maskulin-maskulin banget sih, tapi kalo di sejajarkan sama teman-teman cewek saya, saya lah yang paling cuek di antara mereka. Orang njajal pitekan dan hijab dikit aja langsung di komen abis-abisan, apalagi pas jadi korban kursus Make-Up kemarin, wkwk. Hancur sudah reputasi kemaskulinan gueeeehhh… :v *justkidd

Ssssst, soalnya dulu pas zaman SMA/Aliyah, aku dulu hardcore mania gitu, ketularan ama saudara-saudara laki-laki gue, tapi sekarang udah insap, bener. Paling turun level, genre alternatif aja, yang penting jangan dangdut! Hellaaw, wkwk. 

3. CEREWETNYA KETERLALUAN

Hoohh.. inilah.. inilah.. hal yang paling muenjuengkelkan, kalo saya ketemu temen yang seperti ini guys, timbullah ekspresi mood seperti ini guys  (-_-) wkwk.. sumveh.. ini hal yang paling gemesin dari kebanyakan perempuan, kalo cerewet nya buat kebaikan sih gak apa-apa iya, wkwk. Karena saya tipenya nggak suka banyak omong sih, tapi banyak bercandanya wkwk 😛,  jadi yaa gitu deh, tau lah maksud saya. 

4. MATERIALISTIS

Ini kayaknya yang paling kejam deh iya, wkwkwk.. mengukur semua hal dengan materi, sangat suka dunia, dan kadang malah ada yang rela berbuat apa saja biar bisa ini itu, duhh ngerii lah, Hellaw.. masih ada yang lebih asyik lagi daripada mbahas materi.. renungkan!!!

Well, begitulah opini saya tentang 4 hal yang paling saya nggak suka dari cewek, spesies gue sendiri, wkwk.. Just for fun. Lalu bagaimana pendapat anda? Apa masih ada hal menggemeskan lagi dari seorang perempuan, atau mau mengkritik abis-abisan tulisan saya juga nggak apa-apa, lumayan lah.. buat self reminder, zehehe.

JOGJACREATYPE EXHIBITION

Holaaaa.. ada yang suka nggambar? Ada yang punya karya kece? Ada yang suka bikin lettering? Atau… masih belum paham apa itu lettering? Duh.. baca ini deh Hand Lettering

Event Hand Lettering

Event Jogjacreatype Exhibition ( sumber : instagram/Jogjacreatype)

Yap, berhubung Belmen Semarang belum ngadain event seperti ini.. jadi, saya ngeshare yang dari Belmen Jogja dulu kali iya, (apa sih itu Belmen?) Belmen atau singkatan dari Belajar Menulis ini adalah komunitas pecinta lettering atau seni tulisan tangan guys.. terdapat di berbagai daerah seperti, Belmen Semarang (Semarangcoret), Belmen Jogja (Jogjacreatype), Belmen Solo (Surakarya), dan belmen-belmen di daerah lainnya.

Naaaaah.. Jogjacreatype sendiri kali ini bakal ngadain event Jogjacreatype Exhibition, yang mana akan milih karya kamu yang oke kece badai untuk masuk di pameran Anniversary Jogjacreatype di Kedai Kolega Lippo Plaza Jogja!! Menarik kan..

Lho, la terus syaratnya apa aja dong??? 

Tenang..  gampang kok guys..

Temanya bebas, yang penting tidak mengandung SARA. Karya lingkup Lettering, Calligraphy dan Typography. Size karya A3 portrait, karya manual dengan kertas minimal 150 gram, diperbolehkan karya yang di print, namun diutamakan karya manual iya guys.. Lalu kirim karya kamu ke Jogjacreatype@gmail.com dengan subjek Nama_jogjacreatype exhibition dan kirimkan lampiran karyamu boleh dalam format foto, jpeg, png, atau pdf untuk dikurasi. Jangan lupa beri identitas dan nomor yang bisa dihubungi iya guys.. peserta tidak ada batasan dalam mengirimkan karya. Pengumpulan karya dimulai tanggal 10-15 Februari lho, hayuuk.. mumpung masih tanggal 11 nih..

Karya yang terpilih akan dipamerkan selama seminggu mulai dari tanggal 17-23 Februari di Kedai Kolega Lippo Plaza Jogja, dan bagi peserta yang terpilih nanti bakal dikenai charge untuk biaya frame. Tunggu apalagi guys, ini kesempatan buat nunjukin karyamu.. Kuy ikutan.. 😎😎😎😂😂😂

LITERASI MIMPI

​Hitam, putih,

Hitam, putih,

Hitam, putih,

Hitam, putih,

Hidupku, hidupmu,

Berkali-kali aku bermimpi,

Berada disebuah tempat yang suci

Tetapi kesempatan itu hanya sekali

Berkali-kali aku bermimpi,

Berada disebuah tempat penambah intelektualitas diri

Tetapi kesempatan itupun hanya sekali

Berkali-kali aku bermimpi,

Aku tidak ingin menjadi wanita yang kalah dengan laki-laki

Tetapi aku semakin tidak tahu diri

Berkali-kali aku bermimpi,

Berdiri didepan diantara barisan para pemimpi

Tetapi itupun tidak cukup untuk bekal mental diri

Berkali-kali aku bermimpi,

Tulisanku tercantum pada sebuah majalah literasi

Tetapi cuilan-cuilan sajakku telah di tolak berkali-kali yang mungkin tiada arti

Berkali-kali aku bermimpi, 

Ingin menginjakkan kaki di tanah lain negeri

Tetapi bakatku yang tertanam dari sana sudah tidak ada lagi

Di Antara Hujan, 7-02-2017

Hikmah Nemenin Teman Kursus Make-Up (Being A Real Woman)

Oke, sebelumnya maaf saya mau ketawa dulu, wahahahahahahahaha.. Oke puas.

Jadi kemarin itu saya diajak sama teman saya kursus Make-Up, eitss.. saya tidak ikut ngrias yaa, tapi.. temen saya itu lagi butuh model buat uji kursusnya, so.. sayalah yang jadi sasarannya, duh ngenes banget iya, soalnya saya itu tipe cewek yang gak pernah dandan guys, tapi dengan semena-menanya dia memilih saya yang tak menyukai dunia feminisme untuk dijadikan uji kursusnya. (No Make-Up), sistem naturalisme dan tidak rempong. Wkwk.. Saya juga tidak tahu jenis-jenis peralatan make-up atau apalah itu sejenisnya, tapi karena melihat teman saya itu memang butuh banget, penting banget buat kelancaran kursusnya, yaudah.. akhirnya saya bersedia membantu, dengan hati yang sedikit ragu.. wkwk

So.. setelah sampai ke lokasi, kita langsung menuju ruangan make-up, saya kira tempatnya ramai, banyak yang sedang belajar, tapi ternyata teman saya kursus privat, jadi diuji sendirian pada waktu yang telah ditentukan. Nah, setelah saya berkenalan dengan Sang Penguji Make-Up (singkat saja SPM), si SPM itu ternyata seumuran dengan saya, sama-sama kuliah di Semarang, sama-sama semester 4 pula.. dududu aku kira malah kamu udah lulus mbak, hehe (upss). Selama proses pembelajaran Make-up saya ketawa-ketiwi gitu, banyak bercandanya, si SPM juga harus banyak ngasih instruksi deh. wkwk.. setelah proses sedemikian panjang akhirnya hasilnya memuaskan, si SPM puas ngrias saya, teman saya puas dengan ilmunya, saya puas dengan kepegelannya.. hehe

Well, dari semua itu saya jadi lebih tahu bagaimana cara  belajar bermake-up yang benar, alat-alatnya, itu-itu nya, ini-ini nya, bla bla bla nya, ble ble ble nya.. semuanya deh, padahal itu baru sesi pertama. Yaa itung-itung nambah pengetahuan dan pengalaman. Alhamdulillah dapat pencerahan menjadi wanita yang sesungguhnya (Being A Real Woman) wkwk..

Perspektif dalam Seni Rupa dan Arsitektur

Perspektif

Perspektif Dua Titik Hilang

Perspektif adalah konteks sistem dan persepsi visual, yakni cara bagaimana objek terlihat pada mata manusia berdasarkan sifat spasial, atau dimensinya dan posisi mata relatif terhadap objek. Ini menurut Mbak Wiki(pedia). Sedangkan menurut mahaguru KBBI, perspektif adalah cara melukiskan suatu benda pada permukaan yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya). Intinya itu upaya menggambar suatu ruang agar telihat sesuai dengan penglihatan manusia. 

Perspektif

Perspektif Bangunan

Contoh mudah gejala perspektif pada penglihatan yang sering saya lakukan diperjalanan ialah seperti ketika melihat gedung-gedung di jalan, semakin jauh penglihatan saya maka gedung itu akan terlihat semakin kecil. Sebaliknya, gedung yang dekat dengan penglihatan saya akan terlihat besar. Ini sesuai dengan salah satu Hukum Perspektif yang paling saya pahami yakni gambar benda yang jauh dari mata akan mengecil atau menghilang. Inilah yang di sebut titik hilang. Apa itu titik hilang???????

Yaps, pengertian titik hilang dalam bidang seni rupa atau arsitektur ialah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Intinya itu, objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, tapi karena posisinya menjauhi pengamat, maka akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. 

Segitu dulu iya guys.. lelah juga gue kalo lama-lama ngomong serius. Wkwk.. 

elnote

Another Note but Not Other

Kuli Merah Berkisah

"Carilah — hanya ada satu benda yang berbahaya untuk kalian di sini — puisi" ~ Pablo Neruda

halaman guna guna

halaman yang semoga ada gunanya

Doelbaca

Read, Write and Enjoy

fatahilaharis

Go and see all you possibly can.

Unock

Setiap kata selalu bermakna

MVSTR

shit post. don't mind.

Bayangkan, Ciptakan, Wujudkan

Manusia biasa dengan cita-cita Luar Biasa

Desfortin Menulis

Berbagi dan Menginspirasi Dunia Melalui Tulisan

Catatan Seorang Ibu Muda

Karena kita tak dapat mengingat semuanya. Maka menulis menjadi penting.

Afraa Marzuki

Jangan Lemah

Astha Singh

Change is good.

dartiijmr.wordpress.com/

Merangkai kata, menorehkannya di sini agar suatu saat bisa ku baca kembali

unknown person

ocehan yang terabaikan

PG16

Teknologi Cinta

carlosdiding

menjadi orang biasa saja